Connect with us

METROPOLITAN

Warga Tigaraksa Protes Keberadaan PT Prima Rajuli Sukses

Published

on

Unjuk Rasa Protes PT Prima Rajuli Sukses

Unjuk rasa warga di depan Kantor Bupati Tangerang memprotes pabrik PT Prima Rajuli Sukses. (Foto: Hendra Wibisana/Banten Hits)

Tangerang – Warga Kampung Bolong, RT 003/ RW 001, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang, Senin (5/3/2018) sore. Aksi warga ini didampingi organisasi masyarakat yang menamakan dirinya Gerakan Rakyat Anti Korupsi.

Wartawan Banten Hits Hendra Wibisana melaporkan, aksi warga ini terkait berdirinya bangunan milik PT Prima Rajuli Sukses, sebuah pabrik benang yang sudah dua tahun beroperasi di kampung tersebut. Warga menilai, PT Prima Rajuli Sukses telah merugikan warga sekitar.

BACA JUGA: Pencemaran Lingkungan PT SUJ, Komisi II: Bisa Dipidana

BACA :  Soal Insentif Maghrib Mengaji, Iti Janji Segera Lakukan Evaluasi

Arah (50), salah seorang warga mengatakan, akibat keberadaan pabrik tersebut rumah warga mengalami retak-retak, air sumur menjadi kotor, serta suara bising yang ditimbulkan dari mesin produksi.

“Pabrik itu berdiri sudah dua tahun. Dari pihak pabrik tidak ada tanggung jawab mengenai kerusakan rumah warga sampai pabrik itu sudah produksi. Warga juga gak ada yang dilibatin untuk kerja di pabrik itu,” kata Arah.

Arah dan warga lainnya menuntut pihak perusahaan mengganti seluruh kerusakan yang dialami warga.

“Jangankan penggantian bangunan atau kerusakan tv, warga aja gak ada yang diikut-sertakan untuk bekerja. Ini malah warga desa lain yang dipekerjakan,” jelasnya.

Hal senanda dikatakan Sayaroh (53). Menurutnya, meski pabrik benang tersebut berada persis di samping rumahnya, namun tidak ada keluarga atau tetangganya yang dipekerjakan perusahaan.

BACA :  Hebat! 175 Pramuwisata di Pandeglang Kuasai Delapan Bahasa Asing

“Anak saya dua (yang belum bekerja), Pak. Itu pabrik gak ada yang memperkerjakan warga sekitar. Padahal pabrik itu adanya di dekat rumah warga Kampung Pasir, tapi yang pada kerja dari luar. Kita sih gak minta apa-apa yang penting anak kita pada kerja,” ucapnya.

BACA JUGA: Warga Cilegon Tuntut PT LCI Akomodir Tenaga Kerja dan Pengusaha Lokal

Kordinator aksi Yudianto mengatakan, aksi digelar di depan kantor bupati supaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat melihat warganya yang telah terkena dampak pabrik tersebut.

“Kalau aksi kita ini tidak gubris, kita akan bawa ke ranah hukum,” jelasnya.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler