Connect with us

METROPOLITAN

Komplotan Pemalsu Ijazah dan SIM Dicokok Polres Serang Kota

Published

on

POLRES SERANG KOTA TANGKAP KOMPLOTAN PEMALSU IJAZAH DAN SIM SERTA DOKUMEN NEGARA LAINNYA

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin (dua dari kanan) saat menunjukkan barang bukti yang berhasil disita dari komplotan pemalsu ijazah dan SIM, serta dokumen negara lainnya.(Banten Hits/ Mahyadi)

Serang – Jajaran Polres Serang Kota berhasil mengamankan tiga tersangka anggota komplotan pemalsu dokumen negara asal Kramatwatu, Kabupaten Serang. Ketiga tersangka masing-masing TH (35), SS (37), dan AW (40).

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan, penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat terkait dengan maraknya pembuatan dokumen palsu, seperti e-KTP, ijazah, akte kelahiran, kartu keluarga dan dokumen lainnya.

“Yang dibuat oleh pelaku dokumen negara KTP, SKCK, SIM, Ijazah SMP sampai universitas. Biasanya digunakan untuk mendapatkan pinjaman dari bank maupun mendapatkan pekerjaan,” ujar Komarudin saat ekspos pengungkapan kasus di Aula Mapolres Serang Kota, Rabu (7/3/2018).

KOMPLOTAN PEMALSU IJAZAH DAN SIM DICOKOK POLRES SERANG KOTA

Komplotan pemalsu ijazah dan SIM, serta dokumen negara lainnya berhasil dicokok Polres Serang Kota.(Banten Hits/ Mahyadi)

Kapolres menjelaskan, komplotan pemalsu dokumen ini dalam sehari mampu memproduksi 6-10 produk pesanan. Pemesan dokumen palsu diketahui bukan hanya dari Banten namun juga dari beberapa provinsi tetangga lainnya, seperti Sumatera, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

“Harga (ijazah) Rp 200 ribu. (Tapi) bervariasi ya kalau (ijazah) S1 (kisaran) Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta. Pemesan dari beberapa daerah (seperti) Sumatera, DKI. Sehari 6-10 produk dibuat,” jelasnya.

“Ketiga tersangka diamankan berbeda waktu, mulai dari 7, 9, dan 11 Febuari,” sambungnya.

Dari tangan para pelaku, petugas menyita laptop, printer, mesin laminating, 7 lembar ijazah yang diduga palsu, 5 ijazah asli, 120 stempel beragam instansi, 33 hologram akta keluarga, blanko KTP diduga palsu, tanda pengenal Kemenkumham, dan dua unit ponsel.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun.(Rus)

Trending