Connect with us

METROPOLITAN

Wabup Serang Panji Tirtayasa Sebut Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal Ramah Lingkungan

Published

on

WAKIL BUPATI SERANG PANJI TIRTAYASA SEBUT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GEOTHERMAL RAMAH LINGKUNGAN

Wakil Bupati Serang Panji Tirtayasa menyebut Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal ramah lingkungan.(Banten Hits/ Saepulloh)

Serang – Pembangkit listrik tenaga panas bumi, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, disebut ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar. PLTG hanya memanfaatkan bahan air ke dalam panas bumi dari kedalaman 1 sampai 2 kilometer, kemudian uap air tersebut akan dijadikan sumber listrik.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Serang Panji Tirtayasa di hadapan warga saat acara silaturahmi Forkompinda bersama ulama dan umaro se-Kecamatan Padarincang di Ponpes Cidanghiang, Desa Barugbung, Kecamatan Padarincang, Kamis, 8 Maret 2018. Acara digagas tokoh masyarakat setempat.

Hadir dalam acara itu, Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin, Dandim 0602/Serang Letkol Czi Harry Praptomo, Wakil Bupati Serang Panji Tirtayasa dan ulama dan santri di Kecamatan Padarincang.

BACA :  26 Jalan dan Jembatan di Lebak Rusak Diterjang Banjir-Longsor; Kerugian Capai Rp2,5 Miliar

“(PLTG) tidak melakukan pembakaran, tidak ada polusi karena hanya memanfaatkan panas bumi, air yang dikirim ke sana, hanya memanfaatkan uap yang diambil dari kedalaman 1 sampai 2 kilo, kira-kira sampai pada magma,” ungkap Panji dalam sambutannya.

Panjit memastikan, keberadaan proyek pembangkit listrik terbarukan tersebut harus memberikan dampak positif untuk warga Padarincang, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal maupun peningkatan ekonomi setempat. Proyek yang oleh sejumlah kalangan dinilai bakal merusak lingkungan tersebut kini masih dalam tahap eksplorasi.

“Apa manfaatnya buat kita, jika ada industri tentunya ini negosiasi antara kita dan perusahaan. Bagaimana menyerap tenaga lokal misalnya, tenaga kerja kasar. Bukan hanya tenaga kasar, tapi kita ada tenaga kerja kelas menangah sampai tingkat manajer. Ketika terjadi eksploitasi, harus memberikan manfaat kepada masyarakat kepada Padarincang, menjadi pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Padarincang,” katanya.

BACA :  Tingkatkan Inovasi Siswa, Sekolah Islam Cikal Harapan Gelar Exchange

Pembangunan proyek geothermal di Kecamatan Padarincang memakan lahan hingga tiga hektare. Gunung Prakasak dipilih untuk membangun lokasi pengeboran sumur (wellpad) proyek geothermal dengan kedalaman antara 1.500 hingga 2.000 meter sesuai dengan izin Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor: 3224 K/30/MEM/2015.

Adapun ruang lingkup kegiatan eksplorasi proyek PLTP Kaldera Danau Banten memiliki total luas 104.200 hektare. Ada tiga titik yang difungsikan untuk eksplorasi sumur geothermal. Pertama di Desa Batukuwung yang saat ini mulai berjalan pengeborannya, kedua di wilayah Desa Ujung Tebu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang dan terakhir di wilayah Desa Cikumbueun, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler