Connect with us

METROPOLITAN

TKI Ilegal Sulit Diawasi, Sosialisasi Jadi Langkah Preventif

Published

on

TKI Ilegal

Menurut Yayat, sosialisasi kepada masyarakat menjadi salah satu cara untuk mencegah TKI ilegal. (Foto: Mahyadi/Banten Hits)

Serang – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Golkar, Yayat Biaro mengaku, pengawasan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal sangat tidak mudah.

“Kebebasan mobilitas manusia tidak bisa dihambat oleh undang-undang. Setiap orang bisa pergi kemana saja, ini yang menjadikan pengawasan sulit. Mereka berangkat diam-diam, ketika ada masalah baru ketahuan. Berbeda dengan mereka yang kepergiannya diketahui pemerintah,” kata Yayar, seusai menjadi pembicara pada Sosialuisasi Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran, di Aula PKPRI Kota Serang, Senin (12/3/2018).

BACA JUGA: 6 Juta TKI Sumbang Devisa Negara Rp125 Triliun

Menurut Yayat, sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya perlindungan yang terencana jika akan bekerja ke luar negeri, menjadi langkah preventif untuk menekan jumlah TKI ilegal.

“Koordinasi dengan instansi yang berkaitan di bidang pengawasan seperti BP2TKI. Kemudian di bawahny ada lembaga penalur tenaga kerja dulu namanya PJTKI yang memberikan skill, mendaftar ke departemen tenaga kerja, baru pergi dengan pos yang sudah ada,” bebernya.

BACA JUGA: Disnaker Banten Catat Ratusan Kasus TKI Bermasalah Sepanjang Bulan Mei

Sepanjang berkoordinasi dengan piak ketenagakerjaan dan BP2TKI, maka TKI itu legal.

“Jika dalam rekrutmen perorangan ilegal dan dokumen tidak lengkap, kedua ada dokumen lengkap dan tujuan kerjanya tidak sesuai desain pemerintah,” terangnya.(Nda)

Trending