Connect with us

METROPOLITAN

Curi Sekrap PT Krakatau Posco, Dua Karyawan PT Gemilang Secerah Ceria Ditangkap Polisi

Published

on

DUA PEMUDA PENCURI BESI SEKRAP DI PT KRAKATAU POSCO

Dua karyawan PT Gemilang Secerah Ceria, perusahaan subkontraktor PT Krakatau Posco ditangkap polisi setelah ketahuan mencuri besi sekrap dari PT Krakatau Posco.(Banten Hits/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Dua karyawan PT Gemilang Secerah Ceria, perusahaan subkontraktor PT Krakatau Posco, masing-masing EC (25) dan IY (29), ditangkap petugas Polsek Ciwandan setelah kepergok petugas keamanan PT Krakatau Posco mencuri besi sekrap, Rabu malam, 14 Maret 2018.

Menurut Panit Reskrim Polsek Ciwandan Iptu Sudibyo, aksi dua pemuda asal Lebak dan Cilegon ini berhasil diketahui setelah petugas keamanan melakukan pemeriksaan pada kendaraan yang keluar melalui Pintu 1 Area PT Krakatau Posco.

“Saat diperiksa oleh petugas keamanan ditemukan barang-barang hasil dugaan pencurian potongan besi (sekrap) yang beratnya kurang lebih 200 kg berada di bak kendaraan dan ditutupi oleh kayu triplek,” kata Sudibyo, Kamis 15 Maret 2018.

BACA :  Komisi I Ingatkan Irna soal Memilih Sekda Definitif

Setelah petugas berhasil menemukan barang-barang hasil curian, Kedua pelaku langsung diamankan di pos keamanan perusahaan untuk dimintai keterangan, hingga akhirnya diserahkan kepada Unit Reskrim Polsek Ciwandan.

“Setelah diinterogasi dua orang pelaku itu mengakui perbuatannya mengambil potongan besi di TPS area PCM PT Krakatau Posco. Selanjutnya pada pukul 10.20 WIB kedua pelaku berikut barang bukti 1 unit kendaraan Daihatsu Grandmax warna putih dengan nomor polisi A 8011 S, dibawa ke Polsek untuk diperiksa lebih lanjut,” imbuhnya.

Sementara, IY salah seorang pelaku mengungkapkan baru pertama kali melakukan pencurian dan rencananya barang hasil curian akan langsung dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Buat beli kebutuhan sehari-hari uangnya. Rencananya mau langsung dijual,” tandasnya. (Rus)

BACA :  Scot Marciel dan Tempe Hangat di Warung Sadiyah



Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh