Connect with us

METROPOLITAN

KH Ma’ruf Amin Ingin Tanara Jadi Kawasan Wisata Reliji Dunia

Published

on

MA'RUF AMIN PENDIRI PONPES AN NAWAWI TANARA BERBINCANG DENGAN GUBERNUR BANTEN WAHIDIN HALIM

Pendiri Ponpes An Nawawi Tanara yang juga Ketua MUI Ma’ruf Amin berbincang akrab dengan Gubernur Banten Wahidin Halim.(Banten Hits/ Mahyadi)

Serang – Presiden Joko Widodo meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) An Nawawi di Pondok Pesantren (Ponpes) An Nawawi, di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Rabu 14 Maret 2018. Jokowi didampingi Gubernur Banten Wahidin Halim dan Pimpinan Ponpes An Nawawi yang juga Ketua Umum MUI Pusat KH Ma’aruf Amin.

BACA JUGA: Begini Dialog Jokowi dengan Nasabah Bank Wakaf Mikro di Tanara

Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, adalah lokasi dimana, lahir seorang ulama kharismatik, Syekh Nawawi al-Bantani, yang merupakan guru para ulama besar dunia dan Indonesia.

BACA :  Terlibat Program Bedah Rumah, Kinerja Mahasiswa UNIS Tangerang Dikeluhkan

Beberapa ulama besar yang merupakan murid Syekh Nawawi al-Bantani adalah pendiri Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asyari; pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan; Syekh Kholil al-Bangkalani, Syekh Abu al-Faidh Abdus Sattar bin Abdul Wahhab ad-Dahlawi, Delhi, India yang merupakan pengajar di Masjidil Haram; Syekh Muhammad Zainuddin bin Badawi as-Sumbawi, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat; Syekh Abdul Qadir bin Mustafa al-Fathani, Pattani, Thailand; KH. Thahir Jamaluddin, Singapura; dan KH. Dawud, Perak, Malaysia.

KH.Ma’ruf Amin, selaku keturunan langsung dari ulama besar tersebut berharap kepada Presiden Jokowi agar wilayah Tanara dijadikan lokasi wisata religi tingkat dunia.

“Di Tanara ini, kami ingin daerah ini menjadi wisata religi. Pendidikan, adanya masjid yang umurnya ratusan tahun. Dulu ada tokoh yang namanya Syekh Nawawi al-Bantani. Muridnya, semua pendiri organisasi Islam di Indonesia adalah muridnya,” kata KH.Ma’ruf Amin, di Ponpes An Nawawi, di Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Rabu 14 Maret 2018.

BACA :  Heboh! Mayat Pria Berbaju Greenlight Tergeletak di Perkebunan Milik Dimyati

Hilangkan Stigma Negatif untuk Pondok Pesantren!

Jika kembali membuka sejarah, ternyata pondok pesantren salafiyah yang selama ini dicitrakan kumuh, kotor, dan kampungan, nyatanya berhasil turut membangun peradaban dunia. Salah satu buktinya adalah peran Syekh Nawawi al-Bantani.

BACA JUGA: Unjuk Rasa saat Kunjungan Jokowi, Mahasiswa Serukan Mosi Tak Percaya

Pendiri pondok pesantren yang ‘biaya masuknya’ cukup dibayar dengan puasa selama tujuh hari ini, meminta, ponpes tak lagi dicap sebagai tempat yang radikal dan anarkis.

Sejarah sudah mencatat, sejak jaman perjuangan melawan pensjajah, hingga saat ini, kiai, ulama dan santri, adalah salah satu unsur penting terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Rus)

BACA :  Warga Dua Desa di Cibadak Setop Paksa Aktivitas Pembangunan Tol Serang-Panimbang


Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler