Connect with us

METROPOLITAN

PT KAI Ingin Tutup 118 Perlintasan Kereta Api Tidak Resmi dari Tanah Abang-Merak

Published

on

Perlintasan Kereta Api

Perlintasan kereta api tanpa palang pintu membahayakan pengendara kendaraan. PT KAI menginginkan 118 perlintasan tidak resmi dari Tanah Abang-Merak ditutup. (Ilustrasi/Banten Hits)

Lebak – PT KAI menginginkan, 118 perlintasan kereta api tidak resmi dari mulai Tanah Abang-Merak ditutup. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya kembali kecelakaan kereta dengan kendaraan lainnya.

“Yang tidak resmi kita inginnya ditutup,” kata Humas PT KAI DAOP 1 Jakarta, Edi Kuswoyo, saat dihubungi Banten Hits, Kamis (22/3/2018).

Salah satu perlintasan tak resmi seperti di Desa Nyomplong, Kecamatan Cibadak hingga ke Stasiun Jambu. Sebelumnya, pada Rabu (21/3), sebuah minibus dihantam kereta api Rangkasbitung-Merak di perlintasan tersebut.

“Kalau pun mau tetap, sebaiknya dibangun flyover atau ada alternatif lain agar tidak ada lagi peristiwa kereta hantam mobil,” ujarnya.

Perlintasan tidak resmi kata Edi dahulunya merupakan jalan setapak yang kemudian dibangun menjadi jalan untuk kendaraan bermotor. Perlintasan lereta api lebih dahulu berdiri.

“Nah itu yang disebut tidak resmi, jadi sebenarnya kami ingin menutup pintu perlintasan tersebut, karena pintu perlintasan yang resmi hanya terdapat 48 titik yang kita jamin keselamatannya,”ucapnya.

Edi menghimbau kepada setiap pengendara kendaraan untuk berhati-hati ketika melintasi perlintasan kereta api, terutama perlintasan tanpa palang pintu.

“Tengok kanan dan kiri saat mau melintas, jangan menerobos,” pintanya.(Nda)

Trending