Connect with us

METROPOLITAN

Ibu di Tegal Angus Nyaris Dihabisi Remaja Teman Pesta Miras Anaknya

Published

on

ILUSTRASI IBU DI TEGAL ANGUS NYARIS DIHABISI

Seorang ibu di Tegal Angus, Teluk Naga dipukuli hingga babak belur oleh teman anaknya.(FOTO Ilustrasi: Dok. Banten Hits)

Tangerang – Nurhayati (41), warga Kampung Pondok Indah, RT 02/02, Desa Tegal Angus, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, nyaris tewas setelah dipukuli Yunan (18), seorang remaja putus sekolah yang tinggal tak jauh dari rumahnya, Kamis pagi, 22 Maret 2018.

Informasi yang berhasil dihimpun Banten Hits, kejadian bermula saat Nurhayati sedang seorang diri di dalam rumah. Pelaku tiba-tiba masuk ke dalam rumah korban dan memasukan kepala korban ke kantong plastik yang dia siapkan.

Dalam keadaan kesulitan bernapas, pelaku bertubi-tubi menghantami wajah dan kepala korban dengan pukulan. Nurhayati bisa menyelamatkan diri setelah berhasil menggigit tangan pelaku. Dalam keadaan babak belur korban berlari keluar rumah. Namun karena kehabisan tenaga, korban akhirnya pingsan di jalan.

“Ada tukang ojek yang nemuin dia (korban). Langsung dibawa ke puskesmas. Tapi kondisinya gawat jadi dibawa ke sini,” kata kakak korban yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Tangerang, Kamis sore.

Anak Korban Tewas Tenggak Miras sama Pelaku

Menurut keluarga korban, aksi pelaku diduga sakit hati karena korban sering mengungkapkan kekesalan kepada pelaku yang menurut korban menjadi penyebab meninggalnya anak pertama korban, M. Aryadi (17).

“Jadi kalau ada pelaku, korban selalu bilang, ‘gara-gara elo anak gua mati’,” ungkap keluarga korban.

M. Aryadi merupakan satu dari dua korban tewas dalam pesta miras oplosan di Lapangan Bola RW Jeman, Kampung Kebon Sereh, RT 04/01, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Selasa 21 November 2017 sekitar pukul 21.00 WIB.

BACA JUGA: Dua Pemuda di Tangerang Tewas Usai Tenggak Miras Campur Obat Masuk Angin

Korban tewas yakni, MA (18) dan KR (24). Sedangkan korban yang kritis adalah UD (25), DV (25), DN (22), IW (18) dan SB (19).(Rus)

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending