Connect with us

METROPOLITAN

Puluhan Warga Jambe dan Panongan Jadi Korban Penipuan Rekrutmen PNS

Published

on

PULUHAN WARGA JAMBE DAN PANONGAN KORBAN PENIPUAN REKRUTMEN PNS

Para korban penipuan rekrutmen PNS di Kabupaten Tangerang melapor ke Polresta Tangerang.(Banten Hits/ Ahmad Ramdzy)

Tangerang – Sebanyak 21 warga Panongan dan Jambe, Kabupaten Tangerang, menjadi korban penipuan rekrutmen PNS yang dilakukan RF, seorang PNS di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Tangerang ke Polresta Tangerang, Kamis, 22 Maret 2018.

Puluhan warga tersebut mengaku telah menyetorkan sejumlah uang mulai Rp 15-25 juta kepada RF, namun status PNS yang dijanjikan tak kunjung mereka dapatkan.

“Kami ke Polresta Tangerang untuk melakukan pelaporan dan berharap (polisi) bisa mengungkap kasus terkait penipuan terhadap klien kami yang dilakukan RF,” kata Sumondang Simangunsong, pengacara warga kepada wartawan di Polresta Tangerang, Kamis 22 Maret 2018.

BACA :  Diduga Mengandung Narkoba, Pemkab Lebak Akan Tarik Peredaran Permen Dot

“RF minta ke korban bermacam-macam, ada yang Rp 15 juta hingga Rp 25 juta. Pokoknya pelaku telah membawa kabur uang ratusan juta dari 21 korban,” jelasnya.

Ayu Megawati salah satu korban penipuan asal Panongan menuturkan, kasus tersebut bermula saat RF memberikan informasi terkait adanya lowongan menjadi CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Saya kenal RF dari keluarga, langsung saya tanya ke RF terkait CPNS di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Dia bilang benar ada lowongan tersebut. Tetapi dia bilang lebih dahulu harus bayar. Akhirnya saya bayar yang telah ditentukannya dengan uang tunai sebesar Rp 15 juta,” tutur korban.

Kepada Ayu, RF mengaku uang yang dia setorkan akan dimasukkan ke admin negara untuk bisa menjadi PNS di Dispenda.

BACA :  Korban Penyiraman Air Keras Kelompok Misterius Jalani Operasi Muka; Kondisinya Mulai Stabil

Korban Bekerja dan Diberi Seragam PNS

Setelah menyetorkan uang ke RF, Ayu juga sempat bekerja di Dispenda Kabupaten Tangerang selama satu bulan menggunakan pakaian dinas PNS yang diberi RF. Namun, Ayu mulai curiga ketika absen yang dia gunakan masih manual dengan paraf.

Hal senada diungkapkan Imas, korban penipuan RF lainnya. Imas tinggal bertetangga dengan RF, karenanya dia percaya informasi yang disampaikan RF.

“RF bilang dia ini petugas pemda. Terus soal CPNS ini saya tanya dan katanya betul ada lowongan itu, lalu dijelaskan dia untuk masuk bekerja ke lingkungan pemda terlebih dahulu harus bayar. Selanjutnya, saya bayar uang tunai sebesar Rp 25 juta sesuai yang diminta untuk bisa bekerja dan menjadi PNS,” ungkapnya.(Rus)

BACA :  PT IDP Gelontorkan Bantuan Sembako dan Uang Rp40 Juta untuk Warga Terdampak Banjir dan Covid-19



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler