Connect with us

METROPOLITAN

Polresta Tangerang Tembak Mati Anggota Komplotan Spesialis Perampok Taksi Online

Published

on

ILUSTRASI KOMPLOTAN SPESIALIS PERAMPOK TAKSI ONLINE

Tujuh anggota komplotan spesialis perampok taksi online dibekuk Polresta Tangerang. Satu orang ditembak mati.(FOTO Ilustrasi: Dok.Banten Hits)

Tangerang – Polres Kota Tangerang meringkus tujuh anggota komplotan spesialis perampok taksi online asal Lampung. Satu anggota komplotan ini terpaksa ditembak mati karena melawan saat hendak ditangkap.

Tujuh anggota komplotan spesialis perampok taksi online ini, yakni RR (30), SY (23), NPP (41), IS (45), AN (30), NP (30), dan YK (29) yang tewas ditembak mati.

Komplotan ini berhasil diringkus setelah merampok Teddy Rianto Liman (69), warga Jalan Daan Mogot, Kapling 100, Komplek Taman Surya, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu, 24 Maret 2018.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengungkapkan, pelaku ditangkap setelah petugas Satuan Reskrim Polresta Tangerang malakukan pelacakan terhadap pelaku. Mereka diduga sudah lebih dari dua kali dalam menjalankan aksi perampokan dengan target para driver taksi online.

BACA :  Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Pernikahan Kades dengan Gadis 13 Tahun

“Korban mendapat order dari tersangka YK dan SY sekitar jam 10 malam. Order Grab yang dilakukan keduanya menggunakan telepon genggam hasil mencuri. Korban kemudian menjemput para pelaku di Jalan Hadiah, Kelurahan Jelambar, Wijaya Kusuma,” ungkapnya, Selasa 3 April 2018.

Setelah di berada di dalam mobil, tersangka YK dan SY membatalkan transaksi aplikasi taksi online tersebut. Namun, keduanya meminta diantar ke Cilegon dengan bayaran Rp 450.000. Korban pun bersedia mengantar YK dan SY. YK duduk di samping kemudi sedangkan SY duduk di kursi belakang.

“Sesampainya keduanya meminta korban untuk memberhentikan mobil. Sesaat kemudian, SY menodongkan sebilah pisau ke bagian leher korban. Saat itu, korban sempat melakukan perlawanan dengan memegang sebilah pisau hingga melukai jempol jari tangan korban,” jelas Sabilul.

Setelah korban terluka, pelaku mengikat tangan dan menutup mulut korban dengan lakban, lalu menggasak mobil Suzuki Ertiga yang selama ini digunakan untuk mencari nafkah oleh korban.

BACA :  Pelajar STM di Lebak Gabung Wartawan Turun ke Jalan Tolak RKHUP dan Kekerasan Pers

Kedua tersangka juga sempat membawa korban berputar-putar, hingga sesampainya di KM 87 korban diturunkan. Setelah diturunkan di pinggir tol, korban berusaha melepas ikatan. Setelah berhasil melepas ikatan, korban langsung melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Cisoka.

“Setelah melalui serangkaian penyelidikan, kita mulai mendeteksi keberadaan para tersangka berikut unit kendaraan hasil kejahatan. Awalnya kita amankan NPP selaku perantara jual mobil hasil curian di Gisting, Tanggamus, Lampung, lalu kita amankan IS,” kata Sabilul.

Tidak berselang lama, polisi kembali meringkus tersangka lain yakni NP (32) dan AN (30) juga di daerah Tanggamus, Lampung. NPP berperan sebagai penyedia dana uang Rp 500 ribu untuk memesan taksi. Sedangkan AN berperan bersama-sama dengan NP mengantarkan YK dan SY ke daerah Jelambar, Jakarta Barat.

BACA :  Pembangunan Bandara Pandeglang, Mahasiswa Desak Pemda Siapkan Lahan Pengganti

Saat akan ditangkap, NP dan AN sempat melakukan perlawanan. Petugas pun melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak untuk melumpuhkan tersangka di bagian kaki. Jelang subuh, polisi meringkus RR (53) juga di daerah Tanggamus. RR berperan sebagai penadah mobil Ertiga hasil kejahatan. RR membeli mobil hasil kejahatan seharga Rp 15 juta.

Pada 1 April 2018, petugas menciduk YK dan SY di Margo Mulyo, Desa Ogan Jaya, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara. Saat akan dibekuk, YK dan SY melawan dan mencoba melukai petugas. Karena membahayakan, petugas menembak YK dan SY. Hingga menyebabkan YK meninggal dunia dan SY menderita luka di kaki.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti 1 unit kendaraan Merk Suzuki Ertiga B 2925 KT, satu unit HP milik korban yang masih dikuasai oleh pelaku NPP, satu unit HP milik pelaku YK yang dipergunakan utk memesan aplikasi Grab dan STNK mobil korban.(Rus)

Terpopuler