Connect with us

METROPOLITAN

Soal Potensi Tsunami 57 Meter di Pandeglang, BPBD Yakin Warga Memahami Risiko Bencana

Published

on

IMBAUAN BPBD PANDEGLANG SOAL POTENSI TSUNAMI 57 METER DI PANDEGLANG

Imbauan BPBD Pandeglang terkait potensi tsunami 57 meter di Pandeglang.(FOTO: Dok.BPBD Pandeglang)

Pandeglang – Peneliti tsunami pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko memprediksi potensi tsunami 57 meter di Kabupaten Pandeglang dan sejumlah wilayah lainnya di Provinsi Banten dan Jawa Barat.

BACA JUGA: BPPT Sebut Potensi Tsunami 57 Meter di Pandeglang, BMKG: Waspada dan Jangan Panik!

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pandeglang Asep Rahmat mengimbau masyarakat Pandeglang tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Asep meyakini, masyarakat Kabupaten Pandeglang merupakan masyarakat yang tangguh dan mampu memahami setiap risiko kebencanaan karena mereka selama ini hidup berdampingan dengan bencana.

“Intinya tidak perlu panik! Kita masyarakat yang tangguh, masyarakat yang memahami risiko bencana, karena kita hidup berdampingan dengan bencana, dan jika pun hal itu terjadi kita adalah masyarakat yang mampu menyelamatkan diri dan menyelamatkan orang lain,” kata Asep.

BACA :  Pria Australia yang Dilaporkan Diculik di Bintaro Ternyata DPO Polda Bali

Asep juga menegaskan, sepanjang pantai Pandeglang saat ini sudah dipasangi alat tsunami early warning system alias alat pendeteksi dini tsunami.

Secara geografis, lanjut Asep, Kabupaten Pandeglang terletak di sudut paling barat Pulau Jawa yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia dan Selat Sunda.

Sudut barat daya Pandeglang berpapasan dengan lempeng sesar tektonik yang menghujur dari barat Sumatera hingga Australia. Selain itu di Selat Sunda terdapat gunung berapi yang aktif yang setiap saat dapat menimbulkan getaran.

“Jika penelitian yang dilakukan BPPT berpatokan terhadap itu, tentunya kita sebagai masyarakat awam pun akan memahami seberapa besar risiko yang kita hadapi jika kedua kemungkinan tsunami setinggi 57 meter itu terjadi di Pandeglang,” imbuhnya.(Rus)

BACA :  Pemkab Lebak Akan Kaji Penerbitan Perbup tentang Pembatasan Waralaba



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler