Connect with us

METROPOLITAN

BPBD Lebak Sebut Mitigasi Bencana Sudah Dilakukan

Published

on

BPBD Lebak

Tenaga relawan di Lebak saat mendapat pelatihan tentang penanggulangan bencana oleh BPBD Lebak. (Dok. Banten Hits)

Lebak – Salah satu daerah di Provinsi Banten yang rawan terhadap bencana adalah Kabupaten Lebak. Baru-baru ini, tsunami setinggi 57 meter diprediksi terjadi di Kabupaten Pandeglang. Sementara di Lebak, tsunami diprediksi berpotensi 39,4 meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Kaprawi mengimbau agar masyarakat tidak panik dengan prediksi yang disampaikan peneliti tsunami pada Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Tidak perlu panik, itu hanya potensi. Tidak ada yang bisa memastikan kapan itu terjadi,” ujar Kaprawi, kepada Banten Hits, Rabu (4/4/2018).

BACA :  GP Ansor Kabupaten Tangerang Nilai Ahok Telah Menyinggung Pemuda NU

Prediksi tersebut kata Kaprawi harus disikapi dengan bijak agar tidak menimbulkan kekhawatiran yang lebih dan kegaduhan di tengah masyarakat.

Kata dia, pemerintah daerah telah melakukan mitigasi bencana. Mulai dari instruksi kepada pimpinan di masing-masing wilayah untuk memberikan imbauan kepada masyarakat hingga jalur-jalur evakuasi.

“Jalur evakuasi ke tempat terbuka dan tinggi sudah kita siapkan di enam kecamatan. Rambu-rambunya pun sudah kita pasang,” ujarnya.

Sebuah shelter tsunami setinggi 20 meter di Kampung Binuangen, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam juga bisa digunakan masyarakat sebagai gedung evakuasi warga bila terjadi tsunami.

“Memang yang berat itu di Wanasalam dan Malingping, kita sedang fikirkan agar ada tindakan yang terbaik dari pemerintah daerah,” kata Kaprawi.(Nda)

BACA :  87 Anggota Panwascam Kabupaten Serang Dilantik



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler