Connect with us

METROPOLITAN

Berobat Gratis Pakai KTP Tak Bisa Terwujud, Pattiro Sarankan Pemprov Banten Lakukan Inovasi Ini

Published

on

PROGRAM BEROBAT GRATIS PAKAI KTP TAK BISA TERWUJUD

Rudianto (25), warga miskin di Kampung Pangampoan, Desa Senang Sari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, bokongnya membusuk dan tak pernah berobat karena tak mampu. Meski program berobat gratis pakai KTP tak bisa diwujudkan di Banten, Pattiro sarankan Pemprov Banten lakukan inovasi pelayanan kesehatan.(FOTO Ilustrasi: Dok. Banten Hits)

Serang – Program berobat gratis pakai KTP yang ngotot diperjuangkan Gubernur Banten Wahidin Halim akhirnya tak bisa diwujudkan di Banten.

Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Banten menilai pemprov Banten akan sulit mengeksekusi program berobat gratis menggunakan KTP. Sebab bukan persoalan baik dan tidak baiknya program ini untuk masyarakat Banten, tapi secara aturan memang sangat tidak memungkinkan.

BACA :  25 Pegawainya Positif Covid-19, Kantor Setda Lebak Tutup 5 Hari

BACA JUGA: Paksakan Program Berobat Gratis Pakai KTP, Pattiro Sebut WH-Andika Bisa Diberhentikan

Dalam keterangan tertulis yang diterima Banten Hits, Direktur Eksekutif Pattiro Banten Ari Setiawan mengatakan, meskipun secara aturan Pemerintah Provinsi Banten tidak memiliki keleluasaan untuk mengembangkan sistem jaminan sosial kesehatan di luar JKN, Provinsi Banten masih dapat melakukan inovasi untuk melakukan perbaikan dan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat di Banten.

Pihaknya menyebutkan, pertama menyediakan rumah tunggu untuk pasien dan pendamping pasien miskin yang jauh terhadap akses fasilitas atau payanan kesehatan. Kedua, inovasi “RS Keliling” untuk mengatasi masalah kegawatdaruratan, bencana, kasus rujukan, dan mendekatkan akses kepada masyarakat.

“RS Keliling adalah sebuah mini bus dengan panjang 6,646 m, lebar 1,9 m, dan tinggi 2,1 m dilengkapi peralatan kesehatan, ruang operasi kecil dan sedang, ruang konsultasi, radiologi, recovery room, ruang laboratorium, dan tenaga medis,” terangnya.

BACA :  Pembangunan Fisik TMMD di Nagara Padang Serang Capai 25 Persen

Menurut Ari, RS Keliling melakukan pelayanan selama 3 hari dengan kegiatan, hari pertama melakukan screening dan pelayanan poli umum di puskesmas rawat inap setempat; hari kedua melakukan pelayanan spesialistik dan tindakan operasi; dan hari ketiga meliputi pemulihan pasca operasi, pencatatan, dan dokumentasi rekam medic.

Inovasi selanjutnya, kata Ari, memfasilitasi pencegahan dan penangan pertolongan kesehatan masyarakat melalui Puskesmas Keliling (Pusling) Kecamatan. Terakhir inovasi untuk menganggulangi biaya transportasi dan biaya lain seperti obat yang tidak dicover oleh BPJS,

“Pemerintah Provinsi Banten bisa mengeluarkan Kartu Banten Sehat yang diperuntukan oleh masyarakat miskin dan digunakan hanya ketika akan memanfaatkan layanan kesehatan di Banten, dan atau inovasi lain yang dapat memacu perbaikan kualitas layanan kesehatan di Banten,” pungkasnya.(Rus)

BACA :  Terduga Begal yang Diamuk Massa di Sidamukti Pandeglang Ternyata Miliki Benda Mematikan



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler