Connect with us

METROPOLITAN

Ketua Yayasan STIE Ahmad Dahlan Ungkap Khatib Muhammadiyah Didatangi Polisi saat Turun Mimbar

Published

on

Ketua Yayasan STIE Ahmad Dahlan Mukhaer Pakkana

Ketua Yayasan STIE Ahmad Dahlan Mukhaer Pakkana.(FOTO: Istimewa)

Tangerang – Perangkat TNI-Polri mendatangi Kampus C STIE Ahmad Dahlan di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Mereka meminta data dosen beserta alamatnya dan juga data penceramah masjid STIE Ahmad Dahlan berikut materi ceramah selama setahun.

BACA JUGA: Dandim 0506 Tangerang Tegaskan Anggotanya Tak Pernah Minta Materi Khotbah di STIE Ahmad Dahlan

Selain mempertanyakan sikap institusi TNI-Polri melalui Babinsa dan Binamas di wilayahnya, Ketua STIE Ahmad Dahlan Mukhaer Pakkana juga mengungkap, sejumlah khatib Jumat dari ormas Muhammadiyah kerap didatangi polisi.

Para khatib Jumat tersebut, kata Mukhaer, menyampaikan yang mereka alami setelah peristiwa Kampus STIE Ahmad Dahlan didatangi TNI-polri.

BACA :  Bais Nyamar Jadi Tukang Nasi Goreng Supaya Bisa Maling Motor, Lihat Gerobaknya Gak Meyakinkan Banget

Mukhaer menjelaskan, peristiwa polisi meminta tandatangan khatib Muhammadiyah itu terjadi di beberapa tempat. Namun, Mukhaer tak merinci lokasi-lokasinya.

“Khatib-khatib Muhammadiyah yang (mengisi ceramah) Jumatan di beberapa tempat. Ada beberapa yang kontak ke saya. Beberapa Jumat ini pas saya turun (mimbar) disodorin (kertas untuk ditandatangan) kaya dulu (buku isian Ramadan) anak sekolah itu minta tandatangan. Malah ada yang melas (bilang), ‘Tolong, Pak. Ini sebagai laporan saya’,” ungkap Mukhaer menirukan informasi yang diterima dari koleganya di Muhammadiyah yang berprofesi khatib kepada Banten Hits, Minggu, 8 April 2018.

Belum ada konfirmasi dari Polri terkait anggota mereka yang meminta tandatangan khatib Jumat dari Muhammadiyah ini. Upaya konfirmasi wartawan Banten Hits Maya Aulia Apriliani belum direspons Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono.(Rus)

BACA :  Ribuan Botol Miras di Bintang Swalayan Terungkap lewat Penyamaran



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler