Connect with us

METROPOLITAN

Dugaan Penyelewengan Dana Desa Pulo Panjang Cilegon Tunggu Disidangkan

Published

on

PENYELEWENGAN DANA DESA PULO PANJANG CILEGON

Dugaan penyelewengan Dana Desa Pulo Panjang Cilegon segera disidangkan.(FOTO Ilustrasi: Google.)

Cilegon – Kasus dugaan penyelewengan dana desa Pulo Panjang dengan tersangka sang kepala desa, Sukari, segera disidangkan setelah penyidik Polres Cilegon melimpahkan berkasnya ke Kejari Cilegon dua pekan lalu.

Menurut Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra, saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kejari Cilegon supaya mendapatkan petunjuk dari jaksa atas kasus yang diduga merugikan kerugian negara Rp 1 miliar itu.

“Untuk berkas kita sudah tahap satu sudah kita kirim ke kejaksaan tinggal menunggu petunjuk dari jaksa. Dan saat ini tersangkanya masih satu orang,” ungkap Dadi, Selasa 10 April 2018.

BACA :  Banjir di Mana-mana, Masjid-masjid Diminta Menyiapkan Diri Jadi Posko Bencana

Saat disinggung keberadaan kepala desa yang sudah menyandang status tersangka, Dadi menjelaskan tersangka saat ini tidak dilakukan penahanan. Hal itu atas pertimbangan penyidik yang menilai tersangka koorperatif selama menjalani pemeriksaan.

“Belum dilakukan penahanan. Dasar pertimbangan dari penyidik, penahanan itu kan alasannya ada tiga, melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan melngulangi perbuatan,” urainya.

Dadi menjamin, tersangka tidak melarikan diri. Petugas kepolisian mewajibkan tersangka untuk wajib lapor. Selain menjalankan wajib lapor polisi juga secara intensif mengikuti perkembangan keberadaan si tersangka.

“Menurut pertimbangan penyidik sampai saat ini belum dilakukan penahanan. Kalau untuk wajib lapor sepertinya wajib lapor, jika nanti berkasnya dikembalikan, penyidik siap melengkapi agar kasus dugaan penyelewengan itu ‎segera disidangkan ke Pengadilan Negeri Serang,” tegasnya.

BACA :  Selama Ramadan Banten Harus Kondusif! Polda Musnahkan Miras, Narkoba hingga Knalpot Brong

Kasus dugaan penyalahgunaan dana desa itu mulai diselidiki polisi pada Agustus 2017 lalu. Selang beberapa bulan kemudian, November tahun yang sama penyidik menaikan statusnya ke tahap penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Polisi kemudian menetapkan Sukri sebagai tersangka pada akhir Januari 2018 lalu. (Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler