Connect with us

METROPOLITAN

Kapolres Metro Tangerang Akui Anggotanya Data Khatib dan Minta Tandatangan

Published

on

KAPOLRES METRO TANGERANG AKUI ANGGOTANYA DATA KHATIB MUHAMMADIYAH

Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan mengakui anggotanya mendata khatib Muhammadiyah dan meminta tandatangan. Kegiatan tersebut hanya untuk laporan program Jumat keliling.(Foto: Maya Aulia/Banten Hits)

Tangerang – Ketua Yayasan STIE Muhammadiyah Mukhaer Pakkana mengungkap, pihaknya menerima laporan dari khatib Muhammadiyah yang didatangi polisi setiap selesai khotbah Jumat.

Salah seorang khatib Muhammadiyah Agus Tri Sundari saat dihubungi Banten Hits, Senin, 9 April 2019 menjelaskan, dua kali Jumat dirinya merasa dipantau polisi. Meski polisi tak sampai meminta tandatangan, mereka mencatat namanya.

BACA JUGA: Penjelasan Khatib Muhammadiyah: Tidak Diminta Tandatangan Hanya Catat Nama

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Harry Kurniawan mengakui anggota mendata khatib berikut materi ceramah, serta meminta tanda tangan dari khatib. Apa yang dilakukan anggota merupakan perintah institusi melalui program Jumat Keliling.

BACA :  Ambruk Lalu Timpa Para Pelajar, Bangunan SMPN 1 Cibeber Digaris Polisi

Pendataan data khatib dan permintaan tandatangan, kata Harry, hanya sebagai laporan anggota babinkabtibmas kepada institusi mengenai program tersebut.

“Babinkabtibmas merupakan anggota terdepan di masyarakat, sehingga memang harus mendekatkan diri kepada tokoh agama, tokoh masyarakat,” ujarnya.

Harry mengatakan, setiap usai melaksanakan salat Jumat di sebuah masjid, pihaknya akan menanyakan nama khatib dan materi yang dibawakan sebagai laporan. Hal tersebut pun hanya untuk pelaksanaan program Jumat Keliling.

“Misalnya sekarang dia salat Jumat di masjid A, ditulis khotibnya siapa. Kalau dia datang terlambat atau tidak tahu, dia tanya orang di sekitar sana. Pas ditanya enggak tahu, dia nanya lagi ke orang lain. Jadi orang-orang ngomongnya, loh kok, polisi ngurusin khatib? Tapi sudah clear,” ujarnya.

BACA :  Ada Luka Sayatan di Tangan Mahasiswa Surya University yang Tewas Gantung Diri

Ia pun mengaku telah menjelaskan perihal program tersebut ke pihak STIE Ahmad Dahlan dan tokoh agama khususnya tokoh Muhammadiyah.

“Manusia hidup ada salah paham nya, tapi semua itu bisa diperbaiki dengan komunikasi yang baik,” tandasnya.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler