Connect with us

METROPOLITAN

Modus Penyelundupan Sabu dalam Pembalut Kembali Diungkap Bea Cukai Soetta

Published

on

Bea Cukai Bandara Soetta

Sabu seberat 2.656 gram diselundupkan oleh dua wanita warga negara Malaysia dengan disembunyikan dalam pembalut dan pakaian dalam. (Foto: Hendra Wibisana/Banten Hits)

Tangerang – Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dengan modus disembunyikan di dalam pembalut dan pakaian dalam wanita.

Kepala Bea Cukai Bandara Soetta Erwin Situmorang mengatakan, 2.656 gram sabu dibawa oleh dua orang wanita warga negara Malaysia berinisial SH (35) dan EF (43) yang menumpang pesawat AirAsia AK380 pada Sabtu, 24 Maret 2018.

“Dari total barang bukti yang disimpan oleh para pelaku, 1.346 gram disembunyikan dalam dua buah pembalut wanita dan 1.310 gram disimpan di dua bra yang masing-masing dikenakan oleh keduanya,” ungkap Erwin, Kamis (12/4/2018).

BACA :  Awas Macet! Ini Titik Kumpul Buruh Tangerang untuk Aksi di Kantor Gubernur Banten

Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Polresta Bandara Soetta untuk melakukan pengembangan. Kedua wanita tersebut diperintahkan oleh seseorang untuk menuju ke sebuah apartemen di bilangan Jakarta Selatan dan menunggu instruksi selanjutnya.

“Keesokan harinya, Minggu (25/3), tim berhasil mengamankan seorang wanita berinisial GR (31) warga Malaysia yang datang ke lokasi untuk menemui kedua tersangka. Ia mengaku sebagai kepanjangtanganan pengendali yang berdomisili di Malaysia,” kata Erwin.

Selama proses pengembangan, tim gabungan juga mengamankan seseorang berinisial KJ (32) yang saat itu hendak mengambil paket dari GR.

“Tim mendapat barang bukti tambahan berupa Methamphetamine seberat 171.64 gram serta dua butir pil ekstasi yang ditemukan di tempat tinggalnya di kawasan Bogor, Jawa Barat.

BACA :  Ledakan di Kelurahan Gerem Cilegon Diduga dari Sebuah Pipa Kimia

“Dari KK, tim kemudianmengamankan empat orang tersangka lain yakni FH (27), B alias A (50 ) dan R (32) yang merupakan penerima paket sabu serta P (21) yang merupakan rekan R,” urainya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, para pelakuterancam hukuman mati atau 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler