Connect with us

Kota Serang

Berkurang dari DPS, DPT Pilkada Kota Serang 422.002 Jiwa

Published

on

DPT Pilkada Kota Serang

Ketua KPU Kota Serang Heri Wahidin memberikan keterangan kepada wartawan terkait DPT Pilkada Kota Serang. (Foto: Saepulloh/Banten Hits)

Serang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang menggelar rapat pleno terbuka Rekapitulasi Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2018, di Gotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Kamis (19/4/2018).

KPU menetapkan, jumlah DPT pada Pilkada Kota Serang 2018 sebanyak 422.002 jiwa. Jumlah tersebut berkurang dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) yakni 426.159 jiwa setelah dilakukan perbaikan DPS, banyak pemilih meninggal dunia dan pindah alamat.

“Berkurang karena banyak menerima pengaduan soal pemilih yang sudah meninggal dan pindah alamat. Termasuk dari analisa Sidalih, ada pemilih ganda,” kata Ketua KPU Kota Serang Heri Wahidin.

BACA :  Dilaporkan Petahana soal Janji Bagi-bagi Duit Rp50 Juta, Helldy Agustian Digarap Bawaslu hingga Larut Malam

Jumlah pemilih di Kota Serang tersebar di enam kecamatan yakni, 139.893 jiwa di Kecamatan Serang, 67.214 jiwa di Kasemen, 60.220 jiwa di Walantaka, 38.170 jiwa di Curug, 57.334 jiwa di Cipocok Jaya, dan 59.171 jiwa di Taktakan.

Heri menjelaskan, jumlah DPT yang ditetapkan sudah termasuk 10 ribu pemilih potensial yang sempat dirilis KPU saat penetapan DPS lalu. Kemudian hasil itu pun termasuk ada penambahan 13 pemilih yang diperoleh dari Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) yang dilakukan panwaslu.

“Jadi DPT ini ditambah pemilih yang dimasukan dari hasil DPHP pada 18 April, 8 pemilih laki-laki dan 5 pemilih perempuan,” ujarnya.

Setelah DPT ditetapkan, maka tidak ada lagi penambahan pemilih. Pemilih yang tidak terdata dalam DPT bisa tetap menggunakan hak pilihnya menggunakan e-KTP atau surat keterangan (suket) dari dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil) sebagai pemilih tambahan saat hari pencoblosan.

BACA :  Minta ASN Netral di Pilkada, Panwaslu Surati Pemkab Lebak

“Mereka nanti bisa mendaftar ke TPS sesuai domisili. Bisa mendaftar dulu paginya, atau menjelang coblos. Karena jadwal untuk mereka pukul 12.00 WIB,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Heri, terjadi perubahan pada enam Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Kasemen dan Taktakan.

“Di Kasemen bertamabah tiga TPS karena letak geografis daerah tertentu yang jauh. Lalu ada pula Komplek Baru, Puri Delta. Di sana ada sekitar 300 pemilih yang ingin ada TPS khusus, tidak gabung dengan Puri Ansoka,” tutur Heri.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler