Connect with us

EKONOMI & BISNIS

HIPMI: Lapangan Pekerjaan di Banten Semakin Sulit

Published

on

PELANTIKAN HIPMI BANTEN. HIPMI SEBUT LAPANGAN PEKERJAAN DI BANTEN SEMAKIN SULIT

Pelantikan BPD HIPMI Provinsi Banten Periode 2018-2021 di Hotel Horison Ultima Ratu Serang, Jumat, 20 April 2018. HIPMI menyebut lapangan pekerjaan di Banten semakin sulit, padahal tingkat pertumbuhan ekonomi naik.(Banten Hits/ Saepulloh)

Serang – Angka pengangguran terbuka di Provinsi Banten mengalami kenaikan. Bahkan, lapangan pekerjaan di Banten semakin sulit. Kondisi tersebut adalah ironi, karena tren pertumbuhan ekonomi di Tanah Jawara sesungguhnya mengalami kenaikan, mengalahkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Yasir Parito saat Pelantikan BPD HIPMI Provinsi Banten Periode 2018-2021 di Hotel Horison Ultima Ratu Serang, Jumat, 20 April 2018.

BACA :  Angka Pengangguran di Kab. Pandegalang Capai 32.950 Jiwa, BPS: Bisa Bertambah

“Tingkat pertumbuhan ekonominya cukup tinggi bahkan di atas pertumbuhan ekonomi nasional malah. (Tingkat pertumbuhan di Banten) 5,26 persen dan nasional malah 5,0 persen. Tapi pada kenyataannya pengangguran di Banten tambah naik, lapangan pekerjaan semakin sulit,” katanya.

Yasir meminta HIPMI Banten untuk revitalisasi gerakannya, jangan hanya mengedepankan acara seremonial saja dan senang menjadi anggota HIPMI tapi tidak bisa berbuat untuk Provinsi Banten.

Menurutnya, dari 60 pengurus HIPMI Banten yang baru saja dilantik bisa membuka peluang pekerjaan lebih banyak untuk warga Banten. Tak hanya itu, kata dia, harus ada dorongan dari pemerintah daerah. Yasir mencontohkan pengusaha di tingkat nasional yang sukses berkat dukungan dari pemerintah.

BACA :  MTI Ragu Kereta Api Bandara Selesai 2014

“Kita Pak JK, Chairul Tanjung dan yang lainya ada afirmasi dari pemerintah saat itu supaya pengusaha muda bisa bicara ditingkat nasional,” terangnya.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumzy tak menampik adanya pengangguran di Banten mengalami kenaikan yang mencapai 9,28 persen, bahkan menurutnya angka tersebut sangat menyedihkan sekaligus tantangan bagi kepemimpinanya.

“Ini angka tertinggi ke dua se-Indonesia, sedangkan yang kita ketahui Provinsi Banten itu menjadi wilayah industri terbesar di Indonesia. Bahkan proyek strategis nasional terbanyak ada di Banten. Tapi tidak berdampak karena pengangguran terbuka kta masih tinggi,” bebernya.

Dari sekian pengusaha yang masuk ke Banten, lanjut Andika, hanya berkonsep pada padat modal. Dengan demikian pengusaha yang datang ke Banten hanya berinvestasi dan tidak ikit ambil bagian dalam proses pembangunan ekonomi daerah.

BACA :  Pendapatan Pajak Banten Capai Rp 18 triliun

“Kita hanya bisa mendorong kepada masyarakat kita mengembangkan potensi yang ada di kita. Saya juga berharap kepada pengusaha HIPMI ini bisa membuka pengembangan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Banten supaya bisa berdaya dan diberdayakan,” terangnya.

Ketua BPD HIPMI Banten Dedi Muhdi mengungkapkan, HIMPI memiliki tugas untuk menyebarkan virus-virus kewirausahaan di semua kelompok. HIMPI Banten memiliki program HIPMI go to campus, HIPMI go to school dan go to pesantren.

“Kita juga bekerja sama dengan dengan dunia perbankan, karena bicara usaha biacara permodalan. Bagaimana kita bisa menerobos pinjaman-pinjaman dengan lunak, bagaimana dorongan itu dengan bunga yang lebih rendah,” ucapnya.(Rus)



Terpopuler