Connect with us

METROPOLITAN

Ada 59 Anak Gizi Buruk di Tangsel, Airin: Itu Gizi Kurang

Published

on

BALITA GIZI BURUK DAN HYDROSEFALUS DI PANDEGLANG

Sejak Januari 2018, terdata sedikitnya 59 anak mengidap gizi buruk di Tangsel.(FOTO Ilustrasi: Muhamad Rizki, balita berusia depan bulan penderita hidrosefalus dan gizi buruk di Pandeglang / Dok. Banten Hits)

Tangerang – Sebuah ironi terjadi di Kota Tangerang Selatan. Sejak Januari 2018 diketahui ada 59 anak di kota yang memiliki motto Cerdas, Modern, dan Religus ini.

Dilansir TribunJakarta.com, sebagian besar jumlah itu rata-rata diidap oleh masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah di Kota Tangsel. Mereka rata-rata berusia antara 1 sampai 59 bulan.

Anak-anak penderita gizi buruk ini berasal dari hampir seluruh wilayah kecamatan yang ada di Tangerang Selatan seperti Pamulang, Serpong, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, Setu, Serpong Utara.

BACA :  Arist Merdeka ke Kakek Cabul di Pandeglang: Kalau Tidak Jujur Hukumannya Berat

Menanggapi hal ini, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengklarifikasi, yang terjadi bukanlah gizi buruk melainkan gizi kurang.

“Bukan gizi buruk tapi gizi kurang, kalo gizi buruk itu kan sudah diambang batas sudah tidak bisa tertolong. Kalo dari tiga kecamatan tersebut kan itu gizi kurang, karena 70 persen itu karena penyakit bawaan yang dibawa sehingga mereka makannya kurang,” terang Airin kepada wartawan di Rumah Sakit Omni Alam Sutera, Tangerang Selatan, Selasa, 24 April 2018.

Menurutnya, penyakit bawaan yang diidap anak-anak tersebut kebanyakan TBC, jantung, dan paru-paru yang diterima dari orangtuanya.

“Kita sudah koordinasikan untuk membuat penyuluhan dan kerjasama dengan KUA, tapi itu tergantung kembali kepada orangtua masing-masing, kan untuk urusan anak kembali lagi ke orangtuanya,” ujar Airin.

BACA :  Ini Modus Penggelapan Tanah Senilai Rp 400 M yang Diduga Dilakukan Anggota DPRD

Airin juga menyebutkan, bahwasanya Pemerintah Kota Tangsel juga terus menyokong kesejahteraan rakyatnya melalui BPJS di Rumah Sakit Fatmawati.

“Ada juga yang bukan warga Tangsel karena baru sebulan dua bulan di Tangsel belum ganti KTP, namun kami tetap bantu dorong agar sehat semua,” imbuhnya.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler