Connect with us

METROPOLITAN

Sidang Korupsi Tunjangan Daerah Pandeglang Diskors

Published

on

Terdakwa Kasus Korupsi Tunjangan Daerah

Dituntun, erdakwa kasus korupsi tunjangan daerah Dindik Pandeglang Ila Nurlela mengaku sedang sakit dan tidak bisa mengikuti sidang perdananya. (Foto: Saepulloh/Banten Hits)

Serang – Sidang lanjutan kasus korupsi dana tunjangan daerah di Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang dengan terdakwa Ila Nurilawati di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa (24/4/2018) diskors. Sidang hari ini merupakan sidang perdana bagi Ila.

BACA JUGA: Kejari Pandeglang Sebut Empat Tersangka Baru Kasus Dana Tunda Segera Disidangkan

Ila mengaku kondisi kesehatannya sedang tidak baik. Dari surat keterangan dokter Rutan Pandeglang, Ila mengalami hipertensi dengan tinggi 140.

“Kurang sehat, lagi diklink, tapi ditelepon harus ikut sidang. Saya juga enggak tahu kalau hari ini saya ada sidang,” tutur Ila dihadapan majelis hakim.

BACA :  Hari Ini RAL Akan Sampaikan Nota Pembelaan

Majelis hakim yang dipimpin Efendi sempat bermusyawarah dan menayakan kepada Ila apakah bisa atau tidak mengikuti persidangan. Mendegar jawaban Ila yang tidak sanggup, majelis kemudian meminta JPU untuk mendatangkan dokter sebagai pembanding apakah Ila memungkinkan mengikuti sidang atau tidak.

“Setelah bermusyawarah gimana bu, enggak bisa mendengarkan pokok-pokoknya saja? Gini aja, sama atau tidak dia (sakit) coba panggil dokter pembanding dari RSUD. Periksa, Kalau sakit kita enggak bisa sidang,” terang Efendi.

JPU Ucup Supriadi kemudian meminta izin kepada majelis hakim untuk membacakan pokok-pokok dakwaan yang tidak kurang dari lima menit.

“Saya hanya membacakan dakwaan tidak lebih dari lima menit,” kata Ucup.

BACA :  Sudah 26 Lubang Penambangan Emas Illegal di TNGHS Ditutup, Ternyata Sehari Gurandil Bisa Raup Uang Segini

“Kalau saya pingsan bagaimana,” timpal Ila.

BACA JUGA: Tersangka Korupsi Tunjangan Daerah Minta Bantuan Irna Narulita

Akhirnya, JPU setuju mendatangkan dokter pembanding guna memeriksa kondisi Ila.

“Kita skors dulu untuk mencari dokter,” tutup Efiyanto sambil mengetuk palu.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler