Connect with us

METROPOLITAN

Dindik Kota Tangerang Resah Banyak Kepsek Diperas Oknum LSM

Published

on

Kadindik Kota Tangerang

Kadindik Kota Tangerang Abduh Surahman. (Foto: Dok. Banten Hits)

Tangerang – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang Abduh Surahman resah dengan banyaknya kepala sekolah (kepsek) yang diperas oleh oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Kata Abduh, oknum-oknum tersebut mengancam akan melaporkan ke pihak berwajib dengan dasar kepsek telah melakukan praktik pungutan liar (pungli) kepada siswa.

“Di luar sana banyak oknum-oknum yang terus menerus datang ke sekolah memeras kepala sekolah, seakan-akan kepala sekolah ini makhluk yang selalu salah, Capek juga saya menangani secara parsial satu-satu, maka kita undang Tim Saber Pungli untuk memberikan pemahaman kepada mereka (kepsek-red),” kata Abduh, Jumat (4/5/2018).

BACA JUGA: Pungli di Kota Tangerang, Gubernur “Turun Gunung” Pecat Kepsek SMKN 4

Sosialisasi Saber Pungli Kota Tangerang yang diikuti komite dan kepala sekolah memberikan pemhamanan bagaiamana aturan dan kategori yang masuk dalam pungli.

“Ini tindakan preventif aja bukan berarti sedang genting, kami ingin komite sekolah ini tidak ragu-ragu untuk melaporkan,” katanya.

Dengan sosialisasi tersebut, Abduh berharap kepsek bisa terhidar dari pelanggaran, sehingga tidak ada lagi oknum LSM yang berusaha melakukan pemerasan.

“Intinya, penyelenggara rapat harus komite, yang undang rapat itu komite daftar hadirnya oleh komite, berita acaranya dan absennya oleh komite. Sekarang saya tekankan pihak sekolah tidak usah ikut rapat. Sekolah tinggal melaksanakan, biar komite yang menentukan apapun hasilnya biar itu berdasarkan kesepakatan komite. Itu ada dan diatur dalam Permendikbud,” bebernya.

Ketua Tim Saber Pungli Kota Tangerang AKBP Harley H Silalahi menjelaskan, peran aktif masyarakat dalam melaporkan adanya praktik pungli menjadi faktor penting dalam memberantas praktik tersebut.

Pihak sekolah juga diminta berani melaporkan jika ada pihak-pihak yang memaksa dan melakukan pemerasan.

“Sekolah harus melaporkan manakala ada pihak lain yang memaksa, memeras. Tentu kita sangat harapkan peran serta dunia pendidikan,” katanya.(Nda)

Trending