Connect with us

METROPOLITAN

Polemik Ucapan Desmond Terus Bergulir, FOKAL IMM Banten: Desmond Politisi Tak Paham Sejarah

Published

on

Desmon Mahesa

Aktivis 98 yang juga Ketua DPD Gerindra Banten, Desmond Junaidi Mahesa. FOKAL IMM Banten menganggap Desmond tak paham sejarah terkait ucapannya yang dinilai menghina Amien Rais.(Foto: Mahyadi/Banten Hits)

Serang – Ucapan aktivis 98 yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Banten Desmond Junaidi Mahesa kepada Amien Rais terus menuai polemik. Setelah PP Muhammadiyah dan AMM Banten, giliran Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau FOKAL IMM Banten menyuarakan aspirasinya.

Melalui keterangan tertulis ke Banten Hits, FOKAL IMM Banten menyebut, ucapan Desmond J Mahesa yang mengatakan Amien Rais adalah pecundang dinilai berbahaya, terlebih penghinaan tersebut ditujukan kepada Amien Rais yang dikenal Bapak Reformasi.

BACA :  Cuaca di Mekah Panas, Jemaah Haji Kabupaten Serang Dapat Tips dari Bupati Supaya Tetap Merasa Sejuk

“Desmond terlalu angkuh menilai seseorang, terlebih ditujukan kepada seorang tokoh. Orang di luar Indonesia saja tahu tentang sepak terjang Amien Rais pada saat gerakan Reformasi 98. Sangat aneh jika Desmond tidak paham sejarah perjalanan bangsanya sendiri. Sebaiknya kalau dia malas membaca sejarah, bisa menyimak video reformasi 98,” kata Ketua FOKAL IMM Banten Solihin Abas, yang juga aktivis 98 dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 10 Mei 2018.

Menurut Solihin, jika Desmond tidak segera meminta maaf kepada publik atas penghinaannya kepada Amien Rais, akan menuai kegaduhan, terutama di kalangan angkatan muda Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Kata “pecundang” yang dialamatkan kepada Amien Rais oleh Desmond, lanjut Solihin, akan menjadi bola salju jika tidak ada permohonan maaf dari Desmond. Selebihnya, Desmond dinilai hanya membalikan fakta untuk mendapat perhatian publik dengan cara kuno.

BACA :  Triwulan II, Penerimaan Pajak Pandeglang 40,24%

“Sebetulnya apa yang telah diperbuat oleh Desmond untuk negeri ini? Selaku anggota DPR RI saja tidak nampak capaiannya di Banten, lalu dia mengaku pahlawan 98 dengan cara mengolok-olok Amien Rais yang jelas perjuangannya dicatat sejarah,” ucapnya.

Solihin menilai, ucapan Desmond tersebut juga telah menyakiti eks aktivis 98, karena telah mendiskreditkan salah seorang tokoh reformasi. (Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler