Connect with us

METROPOLITAN

11 Saksi Kasus Tunda Dindikbud Pandeglang Kompak Mengaku Tak Tahu

Published

on

SAKSI KASUS TUNDA DINDIKBUD PANDEGLANG

11 saksi kasus tunda di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang dengan terdakwa Ila Nuriawati saat diambil sumpah di Pengadilan Tipikor Serang.(Banten Hits/ Saepulloh)

Serang – 11 saksi kasus tunda di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang dengan terdakwa Ila Nuriawati, kompak mengaku tidak tahu soal asal usul uang yang diberikan terdakwa untuk tranportasi setiap bulan.

Hal itu terungkap saat sidang lanjutan yang digelar Pengadilan Negeri Serang, Senin, 14 Mei 2018, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi untuk terdakwa Ila. Para saksi saat itu merupakan pegawai TKS dan TKK menerima yang bervariatif dari Rp 200 ribu, Rp 500 ribu hingga Rp 750 ribu.

BACA :  Tunggakan Listrik Capai Rp. 6,6 Miliar, PLN Bansel Sebut Wilayah Maja Mendominasi

Dalam sidang yang diketuai Efiyanto, para saksi menjawab tidak tahu saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Pandeglang Ucup Supriayadi menanyakan kepada para saksi apakah mengetahui asal usul uang transportasi itu yang diberikan terdakwa.

“Kepada saksi semuanya, tahu gak sumber uang yang diterima dari terdakwa untuk tranportasi uangnya dari mana,” tanya Ucup.

“Tidak tahu,” jawab para saksi.

Para saksi yang dihadirkan, di antaranya Iwan Gunawan, Ajat Sudrajat, Dika Adi permana, Ediana, Ohan Ahmad Sujana, Mutmainah, Pudolah, Mutiara Harisma, Arif Rahman Hakim dan Endin Sahrudin. Selain 11 saksi, Muhammad Amri mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Priode 2015-2016 juga dihadirkan sebagai saksi.

BACA :  Gandeng Rumah Sakit, Disdukcapil Tangerang Permudah Layanan Akta Kelahiran

Sidang perkara dugaan penggelembungan jumlah guru di Dindikbud Pandeglang yang merugikan keuangan negara sebesar Rp. 11.980.369.250 diskor dan dilanjutkan setelah sholat magrib dalam keterangan saksi terdakwa Nurhasan, Abdul Aziz dan Rika. (Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler