Connect with us

METROPOLITAN

Bantu Teman Pameran Batik di Surabaya, Istri Ketua RT di Tangerang Jadi Korban Bom Gereja

Published

on

KORBAN BOM GEREJA SURABAYA

Bom gereja yang terjadi di Surabaya menyisakan duka bagi Aan Teja, warga Jalan Melati 1, RT 06/06, Perumahan Poris Indah, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Sang istri, Legita (56), tewas dalam ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela.(Banten Hits/ Maya Aulia Apriliani)

Tangerang – Surabaya diguncang bom. Serentetan aksi teror terjadi mulai dari bom gereja yang meledak di tiga gereja dan rusunawa di Sidoarjo, Minggu, 13 Mei 2018. Hanya berselang satu hari, ledakan kembali terjadi di Polrestabes Surabaya.

Ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya, Surabaya, menyisakan duka bagi Aan Teja, warga Jalan Melati 1, RT 06/06, Perumahan Poris Indah, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Pasalnya, sang istri, Legita (56) ikut menjadi korban tewas ledakan bom tersebut.

BACA :  Bayi Perempuan dalam Tas Bertuliskan Anak dan Menantu Ratu Atut Gegerkan Warga Perumahan Permata Hijau

Aan menjelaskan, sang istri saat itu hendak beribadah di Gereja Santa Maria Tak Bercela. Ia berada di Surabaya untuk membantu temannya membuka pameran batik di kawasan Jalan Ngagel Madya.

RUMAH KORBAN BOM GEREJA SURABAYA

Kediaman Legita (56), korban tewas bom Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya. Legita tercatat sebagai .warga Jalan Melati 1, RT 06/06, Perumahan Poris Indah, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.(Banten Hits/ Maya Aulia Apriliani)

“Dia bantu temannya disana buat buka pameran batik, sudah sekitar lima bulan dia bekerja. Memang cukup sering ke luar kota buat ikut pameran di mana-mana,” ujar Aan saat ditemui di kediamannya, Senin, 15 Mei 2018.

Pria yang menjabat sebagai ketua RT ini menjelaskan, pasca-teror di Surabaya, ia tidak mendapat kabar dari sang istri. Upaya menghubungi lewat telepon selulernya pun tidak berhasil. Ia dan keluarga khawatir dan seringkali menunggu informasi melalui televisi.

BACA :  Kriminalitas di Tangsel Tinggi, Rano: Jangan Kerja di Belakang Meja!

“Kita nungguin aja informasi dari TV, khawatir semuanya. Anak sudah ada yang ke Surabaya, ternyata benar pas dicek KTP-nya benar itu istri saya,” ucap Aan.

Aan dengan Legita telah memiliki tiga putra. Sayangnya, hingga kini jenazah sang istri belum dapat dipulangkan lantaran masih dilakukan proses pemeriksaan. Kediamannya pun masih terlihat lengang, terlihat ada aktivitas hilir mudik kerabat yang datang dan polisi yang berjaga.

“Jasadnya sudah ditemukan, masih dalam pemeriksaan. Anak saya bilang akses keluar masuk disana susah, kalau disemayamkan di mana itu nanti dirundingkan lagi,” pungkasnya.

Diketahui, selain di Gereja Santa Maria Tak Bercela, bom juga meledak di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno. Teror juga berlanjut di Sidoarjo dan Polrestabes Surabaya. Sampai saat ini, seluruh wilayah di Indonesia berstatus siaga satu.(Rus)

BACA :  Pengendara Motor Dirampok Enam Orang Bersenjata Api di Neglasari Tangerang



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler