Connect with us

METROPOLITAN

Awasi Daging Ilegal, BKP Cilegon Siapkan GPS

Published

on

Daging Celeng Ilegal

Ribuan kilogram daging celeng ilegal hasil tangkapan petugas dimusnahkan BKP Cilegon, Maret 2017. (Foto: Dok. Banten Hits)

Cilegon – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon akan memperketat pengawasan pendistribusian komoditas untuk mencegah peredaran daging ilegal jelang Idul Fitri.

“Pengawasan semaksimal mungkin kita lakukan agar tidak ada peredaran komuditas daging yang ilegal saat lebaran,” Ujar Kepala BKP Kelas II Cilegon, Raden Nurcahyo kepada awak media, Selasa (22/5/2018).

Raden mengatakan, BKP Cilegon akan menjamin bahwa komoditas baik hewan maupun pertanian dalam keadaan aman dan memenehi persyaratan saat dilakukan pendistribusian.

“Biasanya yang sering kita temukan ilegal itu dari pulau Sumatera menuju Jawa, kita akan berupaya supaya tidak ada yang lolos,” ujarnya.

BACA :  Hari Pertama Kerja, Kehadiran PNS di Tangerang Capai 98 Persen

Raden menjelaskan, untuk meminimalisir penyelundupan komoditas, BKP akan menyiapkan Global Positioning System (GPS) untuk dipasang pada kendaraan yang menjadi pelanggan karantina.

“Ini bertujuan untuk membantu petugas karantina mengawasi lalu lintas dari alat angkut kemungkinan membawa komoditi wajib periksa karantina namun tidak lapor. Nah hal tersebut yang patut kita curigai pasti ada sesuatu yang ilegal saat pengiriman komoditas,” terangnya.

Lebih lanjut Raden menerangkan, saat bulan Ramadan, distribusi komoditas dari Sumatera ke pulau Jawa maupun sebaliknya mengalami peningkatan. Maka dari itu, selain pengawasan, BKP Cilegon juga bekerja sama dengan instasi terkait untuk melakukan tindakan.

“Target kami siapa pun yang memasukkan daging celeng ilegal akan kami kenakan sanksi pidana untuk memberikan efek jera. Petugas akan bekerja secara nonstop untuk melakukan pengawasan,” jelas Raden.(Nda)

BACA :  Bea Cukai Soetta Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Narkoba, Salah Satunya Disimpan dalam Pembalut



Terpopuler