Connect with us

METROPOLITAN

Gandeng BKKBN, UPH Dorong Mahasiswa Kembangkan UMKM

Published

on

UPH Kerja Sama dengan BKKBN Banten

(Kiri) Pembina Magang Mahasiswa Manajemen Universitas Pelita Harapan Juanna Judith Huliselan memberikan cenderamata kepada Imam Haryadi. (Foto: Dok. UPH)

Tangerang – Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk memberikan pembekalan kepada 250 mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen yang akan melaksanakan magang di UMKM, Rabu (23/5/2018).

Program magang merupakan wujud sebagai bentuk aplikatif dari ilmu yang didapat mahasiswa selama perkuliahan. Magang akan dilakukan pada periode Juni-Agustus 2018.

Dalam rilis yang diterima Banten Hits, Jumat (25/5/2018), BKKBN menjadi mitra Prodi Manajemen UPH dalam menjalankan program magang melalui program UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) yang bertujuan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang beranggotakan sekumpulan anggota keluarga yang saling berinteraksi dan terdiri dari berbagai tahapan Keluarga Sejahtera untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Kita berharap mahasiswa UPH yang akan magang ini mampu memberikan kontribusi kepada kelompok UMKM untuk memberikan manajemen praktis dan sederhana yang bahkan belum mereka pahami,” kata Ketua Pembina Asosiasi Kelompok UPPKS, Imam Haryadi.

BACA :  Bendera PDIP Dicopot, Satgas dan Satpol PP Cekcok

BACA JUGA: Bank Banten Luncurkan Kredit Usaha Bangun Banten

Menurutnya, bisa dikatakan bahwa perekonomian Indonesia cukup ditopang dengan gerakan UMKM. Sebagai contoh, saat terjadi krisis ekonomi, Indonesia tidak collapse. Salah satu faktor penyelamatnya adalah kontribusi jutaan usaha kecil dan menengah.

“Dengan memberikan cara-cara praktis dari sisi manajemen keuangan, pemasaran sehingga dapat mengembangkan unit usaha mereka. Barang kali, UPH jadi kampus pertama yang melakukan program yang sangat bagus,” ujarnya.

“Saya melihat UPH sebagai institusi pendidikan yang luar biasa dengan dosen-dosen muda tapi mampu memberi kontribusi dan ide yang justru bagi saya tidak terlihat diuniversitas lain. Kelompok-kelompok UPPKS memang kenyataannya butuh dibina oleh mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, tapi mengapa baru UPH yang menyadari? Ini yang menurut saya idenya baik. Kita berharap mahasiswa mampu menjadi consultant dan mendampingi tidak hanya sebagai bagian dari program magang, tapi juga mampu mengedukasi para pelaku UMKM tersebut,” papar Imam.

BACA :  Mantan Bupati Pandeglang Jabat Wakil Ketua MPR

Pentingnya menjalin kemitraan dengan BKKBN dalam program magang ini juga dipaparkan Pembina Magang Juanna Judith Huliselan.

Juanna menilai, UMKM di BKKBN sudah lebih siap, sehingga baik bagi mahasiswa untuk melakukan pembinaan.

“Kita menggandeng BKKBN, khususnya BKKBN Provinsi Banten karena dekat dengan wilayah kampus kita dan UMKM-nya sudah siap dan 250 mahasiwa UPH melakukan pembinaan untuk menganalisis apa yang masih harus ditingkatkan dari produk baik yang sudah masuk ekspor maupun yang belum sehingga bisa meningkatkan penjualan,” terang Judith.

Kata dia, dari sisi prodi, pihaknya memberi pengarahan agar mahasiswa memahami pentingya program tersebut. Mahasiswa berperan sebagai mini consultant yang justru akan mendapat banyak manfaat.

“Mahasiswa ditugaskan untuk mengedukasi cara membuat sistem manajemen keuangan sederhana, menentukan target, company profile sederhana. Lebih lagi kita juga mau kerja sama dengan e-Commerce agar para UMKM lebih memahamai strategi menarik menjual produk di era digital, dan mahasiswa bisa mengarahkan bagaimana cara memasarkan dengan kreatif, dan sebagainya,” beber Judith.

BACA :  Terserang Campak, Dokter Muda asal Pamulang Meninggal di Pedalaman Maluku Tenggara

Sementara itu, Kasubid Pemberdayaan Ekonomi Keluarga BKKBN Banten Etisa Andenia Andang menjelaskan, dalam program tersebut, kelompok mahasiswa dibagi ke beberapa titik yang termasuk dalam UPPKS di lingkup BKKBN Banten.

Kurang lebih ada 48 kelompok UPPKS yang terbagi menjadi 6 area baik kabupaten maupun kota, sehingga ada 8 UPPKS di tiap 1 area yang dibina oleh mahasiswa. Sementara untuk kelompok, tim Prodi Manajemen telah menentukan pembagian kelompok yang beranggotakan 5 mahasiswa untuk membina satu UMKM.

Diharapkan, mahasiswa dapat melihat manfaat nyata melalui program tersebut. Selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat juga sebagai pengalaman bagi mahasiswa untuk belajar mengembangkan unit usaha dari dasar. Lebih jauh lagi tentunya Prodi Manajemen UPH berharap agar upaya ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mendukung program Pemerintah yang fokus memberdayakan UMKM di Indonesia.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler