Connect with us

METROPOLITAN

Video Satpol PP Kabupaten Tangerang Takut Ormas Viral, Kasi Opdal Berkelit

Published

on

KENDARAAN DINAS SATPOL PP KABUPATEN TANGERANG YANG DIPUKUL MUNDUR PEMUDA PANCASILA

Kendaraan dinas Satpol PP Kabupaten Tangerang dipaksa balik kanan oleh puluhan anggota ormas.(Capture/ Facebook)

Tangerang – Sebuah video penolakan kedatangan Satpol PP Kabupaten Tangerang oleh salah satu ormas viral di media sosial, Rabu, 6 Juni 2018. Dalam video, mobil dinas Satpol PP dipukul mundur anggota ormas di Kecamatan Teluknaga dan dipaksa balik kanan.

Seolah kehilangan wibawa, kendaraan dinas Satpol PP Kabupaten Tangerang menurut kepada puluhan orang berseragam ormas dengan memutarkan kendaraannya.

Kasi Opdal Satpol PP Kabupaten Tangerang Sahdan, membantah anggotanya dipukul mundur oleh ormas tersebut. Ia mengatakan, hal tersebut hanya merupakan kesalahpahaman.

“Bukan dipukul mundur, jadi kronologisnya begini, sebetulnya ada kesepakatan antara pedagang untuk membongkar sendiri dan kita tadinya mau menyaksikan para pedagang tersebut membongkar. Tapi di lapangan ada sedikit miss komunikasi yang tadinya kita mau masuk dan anggota PP ini salah presepsi dan kami tidak diperbolehkan untuk masuk,” ujarnya.

BACA :  Warga Rawa Rengas Ancam Demo Besar-besaran, Kapolrestro : Silakan Tapi Sesuai Aturan

Menurutnya permasalahan tersebut telah dimusyawarahkan secara kekeluargaan dan telah terjadi suatu kesepakatan di antara keduanya.

“PP itu sebenarnya kan mitra pemerintah bukan lawan kita, jadi ada miss komunikasi yang menyebabkan insiden kecil,” jelasnya.

Ia mengaku kendati pada kegiatan tersebut Satpol PP menerjunkan tidak kurang dari 50 anggotanya, akan tetapi pihaknya lebih memilih untuk mundur untuk menghindari aksi kericuhan yang lebih besar.

“Dalam SOP kami ada tiga hal yang harus diperhatikan, di antaranya preventif, presuasif dan represif . Jadi itu bagian yang tidak terpisahkan,” tukasnya.

Sementara itu Hambali, Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Teluknaga juga menyatakan hal yang senada. Menurutnya kejadian tersebut adalah salahsatu kesalahpahaman antara anggotanya dan petugas satpolPP yang hendak masuk.

BACA :  Sekolah Anti Korupsi Sebut Pungli Masih Marak Terjadi di Tangsel

“Jalan kan lagi diblokir karena banyaknya pedagang macet, jadi mobil tidak bisa masuk, bukan dipukul mundur tapi mobil disuruh mundur,” ujarnya.

Ia mengaku insiden yang melibatkan ormas yang dipimpinnya tersebut dipicu lantaran anggotanya mengira kedatangan petugas Satpol PP akan menertibkan pasar tumpah di wilayah tersebut.

“Cuma salah paham, kita sudah ketemu sama Satpol PP kita kan juga mitra mereka saya juga kenal sama ketuanya,” jelas Hambali.

Atas insiden tersebut, ia mengaku pihaknya telah meminta maaf kepada Satuan Polisi Pamong Praja baik secara kelembagaan maupun kekeluargaan.

“Kami juga tadi sempat berpelukan dengan petugas Satpol PP,” tukasnya.(Rus)



Terpopuler