Connect with us

METROPOLITAN

PPDB Online Karut-Marut, Kumala Demo Pusat Pemerintahan Banten

Published

on

Demo Kumala Sikapi PPDB Online

Unjuk rasa Kumala menyikapi karut-marutnya pelaksanaan PPDB online SMA/SMK Provinsi Banten. (Foto: Banten Hits/Saepulloh)

Serang – Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) berunjuk rasa di depan gerbang Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa (3/7/2018).

BACA JUGA: Situs PPDB Banten Sulit Diakses, Netizen: Setahun Belum Cukup untuk Belajar

Unjuk rasa mahasiswa merupakan buntut dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri secara online yang karut-marut. Mahasiswa menuding, pelaksanaan PPDB tidak sesuai dengan amanat Permendikbud Nomor 17 tahun 2017.

“Kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, kemudian sistem dalam PPDB yang justru mempersulit peserta didik baru yang mendaftar untuk masuk ke SMA/SMK yang diinginkan. Terbukti, di hari pertama pendaftaran sistem sulit diakses sehingga masyarakat kecewa. Di SMK Negeri 1 Rangkasbitung, 800 calon pendaftar dipulangkan kembali dan harus mendaftar di warnet,” ungkap Ketua Kumala Perwakilan Rangkasbitung Maman Maulani dalam orasinya.

BACA :  Pemkot Cilegon 'Setop' KBM di Sekolah Sampai 30 Maret 2020

Seharusnya, Pemprov Banten bisa berkaca pada tahun 2017 yang juga bermasalah agar persoalan tahun lalu tidak terjadi pada tahun ini. Ironinya kata Maman, pemprov seolah lepas tangan saat banyak masyarakat yang mengadukan karena tidak mendapat pelayanan yang baik dari panitia PPDB.

BACA JUGA: Cek Pelaksanaan PPDB di Tangerang, KPK: Beberapa Daerah ada ‘Cincai-cincai’

“Panitia PPDB malah tidak ada ditempat, bahkan sampai terjadi cekcok di Diskominfo lantai 2 tanggal 30 Juni, alih-alih ingin melayani, operator malah memarahi orangtua siswa yang ingin memperjuangkan hak anaknya agar bisa melanjutkan pendidikan,” ujar Maman.

“Pemprov Banten sangat arogan, sudah tahu masalah banyak tapi seperti lempar batu sembunyi tangan, karena ketika kami kroscek ke dindik malah dilempar ke kominfo yang kami juga tidak mendapat penjelasan dengan baik,” beber Maman.(Nda)

BACA :  Buka Puasa Bareng Buruh, Ini Pesan Wali Kota Tangerang



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Jajang

    04/07/2018 at 23:26

    TERNYATA WAIIB BELAJAR 12 TAHUN TIDAK DI DUKUNG DENGAN BAIK MALAH SISWA DI HIMPIT SUAPAYA BERALIH SEKOLAH SWASTA YANG ANGGARAN SANGAT MAHAL PADAHAL SETIAP KALI MELAMAR PEKERJA PENDIDIKAN SMA/SMK SEDERAJAT PALING BEKERJA DI SWALAYAN ATAU PABRIK KEBANYAKAN LOWONGAN SELALU DENGAN INPORMAL.S1 JADI HARAP PEMERINTAH MENINJAU KEMBALI DENGAN PENDIDIKAN GRATIS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler