Connect with us

METROPOLITAN

Balawista Minim Sarana Penyelamat, Dispar Lebak: Sabar, Kita Fokus Tarik Wisatawan

Published

on

Tenggelam di Pantai Sawarna

Petugas saat mengevakuasi jasad seorang remaja asal Bogor yang tenggelam di Sawarna. (Dok. Banten Hits)

Lebak – Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Lebak mencatat, sejak Januari hingga Juni 2018, sudah terjadi 100 kasus kecelakaan laut yang didominasi oleh kasus pengunjung pantai terseret ombak Pantai Sawarna.

Ketua Balawista Lebak Erwin Komara Sukma mengakui, dibutuhkan sarana dan prasarana memadai bagi petugas penjaga pantai yang ada di Pantai Sawarna mengingat kondisi ombak di pantai yang menjadi pantai favorit dikunjungi wisatawan tersebut.

“Kami mengharapkan ada bantuan sarana dan prasarana pendukung untuk mencegah dan menangani kecelakaan laut di Pantai Sawarna,” kata Erwin, Kamis (5/7/2018).

BACA :  Disperindag Pandeglang Siap Tarik Sarden Mengandung Parasit Cacing

Sarana dan prasarana memadai sangat dibutuhkan petugas karena ombak di pantai tersebut juga membahayakan petugas jika tidak dilengkapi dengan sarana yang memadai. Petugas hanya mengandalkan sampan untuk melakukan penyelamatan.

“Perahu sampan tidak dilengkapi dengan sara untuk darurat, ini kan berbahaya bagi petugas,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pariwisata Lebak Imam Rismahayadin berharap, Balawista bisa bersabar mengingat saat ini pemkab tengah fokus pada peningkatan sarana dan prasarana agar jumlah kunjungan wisatawan meningkat.

“Kami memang ingin melengkapi sarana untuk Balawista, tapi harus sabar katena kita fokus pada peningkatan sarana prasarana untuk menarik wisatawan agar lebih banyak datang ke Lebak,” tandas Imam.(Nda)

BACA :  Sachrudin: Hari Kebangkitan Nasional Momentum Perbaharui Trisakti



Terpopuler