Connect with us

METROPOLITAN

Bobrok PPDB Online di Banten; Siswa Dinyatakan Harus Daftar Ulang Tiba-tiba Namanya Hilang

Published

on

PPDB Online di Banten

Website PPDB Online di Banten sulit diakses oleh pendaftar SMA/SMK Negeri pada Kamis, 21 Juni 2018.(FOTO: Website resmi PPDB Online di Banten)

Serang – Penerimaan peserta didik baru atau PPDB Online di Banten untuk tingkat SMA/SMK Negeri tahun 2018 merupakan PPDB terburuk. Banyak warga mengeluh dan kecewa karena merasa dirugikan dengan sistem yang kacau.

Achmad Epi Hartono, salah seorang warga melalui kolom komentar berita Banten Hits mengungkapkan kekecewaannya setelah keponakannya yang sudah dinyatakan lolos tes di sebuah SMA Negeri pilihannya, tiba-tiba namanya hilang. Padahal, anak yang bersangkutan sudah dinyatakan lulus dan harus daftar ulang, Jumat, 6 Juli 2018.

“Saya sangat kecewa dengan sistem seperti ini. Ponakan saya yang sudah jelas dinyatakan lolos dan sudah ada pemberitahuan tanggal 6 (Juli) daftar ulang, ternyata begitu dicek kembali sudah tidak ada namanya dalam daftar tersebut,” ungkap Achmad.

“Pertanyaannya, apa ada permainan di dalam sistem atau ada oknum yang bermain dalam sistem?” sambungnya.

Senada dengan Achmad, warga lainnya, Dedy Sutisna mengeluhkan perihal proses penerimaan peserta didik baru di sebuah SMK Negeri. Menurut Dedy, anaknya telah diverifikasi 30 Juni 2018 namun namanya tidak pernah muncul di passing grade, padahal nilai yang dimiliki sang anak memenuhi persyaratan.

Saat Dedy meminta penjelasan sekolah yang bersangkutan, pihak sekolah menyebut akan segera memberikan penjelasan kepada Dedy. Namun, hingga lebih sepekan tak ada penjelasan apapun dari pihak sekolah.

Sebelumnya, website resmi PPDB online di Banten sulit diakses karena kapasitas server tak mumpuni. Terkait peristiwa itu, Pemprov Banten memutuskan melakukan perpanjangan waktu penerimaan PPDB dari Rabu-Sabtu, 27-30 Juni 2018.

Karut-marut proses PPDB di Banten ini disikapi Kumpulan Mahasiswa Lebak (Kumala) Cabang Rangkasbitung dengan menggelar aksi demo di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Selasa, 3 Juli 2018.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten kembali untuk segera mengevaluasi PPDB supaya nilai peserta yang sudah mendaftar tidak hilang dan tidak mengalami perubahan.

Andika juga meminta Inspektorat untuk meneriksa semua operator PPDB. Menurutnya, Operator paling mengetahui betul dalam memvalidasi semua data pendaftaran.

BACA JUGA: PPDB Online di Banten Kacau, Wagub Minta Inspektorat Periksa Seluruh Operator

Pemeriksaan terhadap semua operator PPDB, lanjut Andika, untuk memastikan apakah ada persoalan teknis atau memang ada permainan di Sumber daya manusia itu sendiri. (Rus)

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending