Connect with us

METROPOLITAN

Pipa Gas Bocor Diduga karena Jangkar MV Lumosa, Polisi Sebut Kapal Tak punya Izin Berlayar

Published

on

Pipa Gas di Perairan Bojonegara Bocor

Semburan di Perairan Bojonegara akibat pipa gas bawah laut mengalami kebocoran, Senin (9/7/2018). (Foto: Istimewa)

Cilegon – Direktorat Polair Polda Banten telah memeriksa 24 orang sebagai saksi terkait kebocoran pipa gas milik China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) yang diduga terkena jangkar kapal tangker MV Lumosa Raya.

BACA JUGA: Polda Banten Periksa Kru Kapal MV Lumoso Raya terkait Kebocoran Pipa Gas CNOOC

“Kita sudah mintai keterangan dari semua pihak. Mulai dari CNOOC, PLTGU, pemilik kapal, termasuk KSOP dan OPP,” ujar Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Banten AKBP Yoga Priyahutama, Jumat (20/7/2018).

Polisi juga meminta keterangan dari Vessel Traffic Service (VTS) dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) sebagai saksi ahli.

BACA :  Kejari Geledah Kantor Dindikbud Pandeglang soal Dugaan Korupsi Dana Tunda

Yoga mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, kapal MV Lumosa Raya tidak mempunyai Surat Izin Berlayar (SIB) yang seharusnya dikeluarkan KSOP. Namun diketahui, kapal tersebut melakukan olah gerak di perairan tersebut.

“KSOP sudah tidak mengeluarkan izin berlayar,” sebut Yoga.

BACA JUGA: Ini Hasil Investigasi TNI AL terkait Kebocoran Pipa Gas CNOOC

Guna kepentingan penyelidikan, pihaknya mengamankan kapal tersebut dan menyita dokumen kapal agar kapal tidak boleh berlayar.

“Kapal masih ada, masih di perairan. Kita amankan untuk proses penyelidikan sambil menunggu hasil dari Pushidrosal karena kita pun tidak bisa memaksakan beliau. Mereka tim independen, milik negara yang kerjanya pun juga menampilkan fakta, tidak akan ditutup-tutupi dan tidak akan dilebihi dan kurangi,” papar Yoga.(Nda)

BACA :  Sertijab Empat Kapolsek, Kapolres Cilegon Beri Perhatian Khusus pada Polsek Pulomerak



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler