Connect with us

METROPOLITAN

Caleg di Kota Tangerang Dilarang Tempel Alat Sosialisasi di Pohon

Published

on

KABID PERTAMANAN DAN DEKORASI TIHAR SOPIAN SOAL CALEG DI KOTA TANGERANG DILARANG RUSAK POHON

Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Tihar Sopian (kanan) dalam sebuah kegiatan. Thar mengingatkan, seluruh caleg di Kota Tangerang tidak memasang alat peraga di pohon.(Banten Hits/ Maya Aulia)

Tangerang – Calon anggota legislatif atau caleg di Kota Tangerang dilarang tempel alat sosialisasi di pohon. Larangan disampaikan Pemkot Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Menurut Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Tihar Sopian, larangan menempel sosialisasi di pohon sudah dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Ketertiban Umum.

Dalam perda tersebut, kata Tihar, ditegaskan larangan perorangan, golongan atau lembaga merusak setiap pohon baik yang ada tertanam di tiap taman maupun di luar taman yang ada di seluruh wilayah Kota Tangerang.

BACA :  Terungkap! Ini 12 Nama yang Transfer Uang ke Chaniago, Otak Teroris yang Bom Gereja Katedral Makassar

“Dengan menancapkan paku atau diikat dipohon otomatis sama saja dengan merusak tanaman atau pohon, sudah ada peraturan yang mengatur hal itu,” ucapnya.

Ia menuturkan, saat ini pihaknya telah membentuk tim yang setiap harinya berpatroli mencari alat sosialisi yang sengaja dipasang pada setiap pohon yang ada di Kota Tangerang.

“Petugas sudah ada berjumlah 14 orang, mereka setiap harinya dibagi menjadi dua bagian yaitu timur dan barat untuk menyisir spanduk – spanduk yang ditancapkan di pohon,” ujarnya.

Dari catatan yang dimilikinya, selama kurun satu tahun belakangan, pihaknya telah menyita tidak kurang dari 34 ribu lembar alat sosialisasi yang ditancapkan di pohon baik menggunakan paku maupun diikat.

BACA :  Seleksi Caleg, Golkar Banten Bentuk Tim Sembilan

“Kita semua tahu kalau Kota Tangerang adalah kota seribu jasa, maka tidak heran banyak spanduk penawaran yang pengusaha tampilkan di setiap sudut kota akan tetapi kita tidak akan mentolelir hal itu tetap kita sita spanduk mereka,” jelasnya.

Ia mengaku, saat ini pihaknya telah melayangkan surat edaran yang ditujukan kepada Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang, Panwaslu dan keseluruh unsur pemerintahan mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja dan seluruh kecamatan yang ada dik ota Tangerang tentang larangan tersebut.

“Diharapkan melalui surat tersebut kesadaran caleg yang nanti bertarung memperebutkan suara dapat lebih optimal, karena saat ini kita tengah gencar – gencarnya menciptakan kenyamanan bagi warga kota tangerang dengan membangun dan merawat setiap pohon maupun tanaman,” harapnya.

BACA :  NU Kabupaten Serang Minta Polisi Lakukan Hal Ini soal Bom di Gereja Katedral Makasar

Tihar menginginkan calon wakil rakyat di Kota Tangerang lebih bijak dalam berkampanye dengan tidak merusak pohon maupun taman yang menjadi kebanggaan warga kota Tangerang.

“Masih ada medsos, lebih efektif kayaknya pake medsos dibandingkan pake pohon,” imbaunya.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler