Connect with us

METROPOLITAN

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Suara Letusan Terdengar ke Pesisir Pandeglang

Published

on

Aktivitas Gunung Anak Krakatau (tweeter Sutopo)

Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terus mengalami peningkatan.(FOTO: Tweeter Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho)

Pandeglang – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda terus mengalami peningkatan. Bahkan, belakangan letusan GAK tak hanya terdengar di Serang dan Lampung, melainkan hingga ke daerah pesisir di Kabupaten Pandeglang, seperti Carita, Labuan dan Panimbang.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, GAK mengalami letusan hampir setiap hari sejak 18 Juli 2018 hingga saat ini. Bahkan, sejak Jumat, 3 Agustus 2018, GAK sudah mengeluarkan 227 letusan.

“GAK hampir setiap hari meletus. 227 kali letusan telah berlangsung dari kawah Gunung Anak Krakatau pada 3/8/2018. Letusan melontarkan abu, pasir dan lava pijar. Tinggi kolom 100-200 meter,” kata Sutopo seperti dikutip dalam Tweeternya, Minggu, 5 Agustus 2018.

BACA :  Parah! Kas Keuangan Dispora Banten Tersisa Nol Rupiah Dihantam Krisis Covid-19

Menurut Sutopo, meski GAK mengalami letusan setiap hari dan mengeluarkan abu, pasir, dan lava pijar, namun statusnya masih tetap waspada. Karena, zona berbahaya hanya hanya di luar radius 2 kilometer.

“Status Waspada Level 2. Zona berbahaya hanya di dalam radius 2 km. Di luar itu aman. Masyarakat dapat menikmati lontaran batu pijar dan sensasi letusan di luar radius 2 km di luar itu aman. Dentuman letusan terdengar hingga di Serang dan Lampung,” tutupnya.(Rus)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler