Connect with us

METROPOLITAN

Deklarasi #2019GantiPresiden di Banten Tak Diizinkan Pemkot Serang

Published

on

Koordinator Deklarasi #2019GantiPresiden di Banten

Ketua Koordinator Deklarasi #2019GantiPresiden di Banten Sudrajat Syahrudin menunjukan surat penolakan ijin dari Pemkot Serang. (Mahyadi/ Banten Hits)

Serang – Pemerintah Kota Serang menolak memberikan izin penggunaan Alun-alun Barat dan Stadion Maulana Yusuf kepada relawan kontra Jokowi untuk menggelar Deklarasi #2019GantiPresiden di Banten, 10 Agustus 2018 mendatang.

Kepastian penolakan tersebut diperoleh relawan #2019GantiPresiden di Banten melalui surat Pemkot Serang yang diterima Jumat, 3 Agustus 2018. Surat tersebut merupakan balasan atas permohonan penggunaan lokasi yang dilayangkan relawan 30 Juli 2018.

“Kita ajukan ijin pada tanggal 30 Juli usai rapat. Kita telah menerima surat dari Pemkot Serang adanya surat tidak mengijinkannya Alun-alun Serang sebagai (tempat) Deklarasi #2019GantiPresiden. Dengan alasan pada tanggal 9 sampai 10 prosesi arakan obor Asean Games,” ujar ketua Koordinator Relawan #2019GantiPresiden di Banten Sudrajat Syahrudin kepada awak media, Minggu, 5 Agustus 2018.

BACA :  Kebakaran Gudang Ban Tak Menjalar ke Kantor Dinkes Tangsel

Syahrudin mengaku kecewa dengan keputusan Pemkot Serang tak mengizinkan penggunaan lokasi kepada relawan #2019GantiPresiden di Banten. Ia menduga ada pertimbangan politik sehingga Pemkot Serang tak memberi izin.

“Kami tanya itu persoalan teknis apa politik? Kalo lihat dari teknis pawai Obor Asean Games, sesuai roundown pada tanggal 9, obor Asean Games pukul 15:24 WIB di daerah Tasikardi. Di situ ada prosesi seremoni dari Pemkab Serang ke Pemkot Serang. Jika alasan teknis ini sebenarnya tidak bersingungan. Bahwa obor tidak memasuki Alun-alun Barat Kota Serang,” ungkapnya.

Dua Kali Izin Deklarasi #2019GantiPresiden Ditolak

Syahrudin menjelaskan, selain penolakan penggunaan izin di Alun-alun Barat Kota Serang, pihaknya sebelumnya mengajukan izin untuk penggunaan Stadion Maulana Yusuf. Namun, lagi-lagi izin ditolak Pemkot Serang.

BACA :  Beredar Broadcast RS Siloam Rawat Pasien Corona, Dinkes Kabupaten Tangerang Akui Lima Pasien Diawasi dan 25 Lainnya Dipantau

“Tanggal 8 Agustus (Stadion Maulana Yusuf) kosong, dan kami minta kami mengalah tapi kenapa dengan alasan serupa, stadion Maulana Yusuf alasannya harus steril dari kegiatan. Ini alasan yang ril apa alasan yang dibuat-buat?” tanya Syahrudin heran.

Meski berbagai upaya permohonan penggunaan izin terhambat, Syahrudin mengaku pihaknya akan tetap menggelar deklarasi. Saat ini pihaknya sedang mengupayakan ijin baru untuk penggunaan lokasi di dua tempat, yakni Lapangan Boru, Kecamatan Curug, dan lokasi alternatif lainya di lapangan daerah Kedidingding, Kecamatan Cipocok Jaya.

“Kami tetap tanggal 10 Agustus (deklarasi) tidak akan mundur. Bisa mundur nunggu dari ijtima para ulama kami. Acara kita pukul 13.00 WIB. Sedangkan pawai obor pada tanggal 10 agustus jam 07.00 pagi. (Saat deklarasi digelar) itu obor Asean Games sudah meninggalkan Kota Serang,” ungkapnya.

BACA :  Sebut Bekasi Macet di Instagram Pemkot Cilegon, Edi Ariadi Disemprot Netizen

Syahrudin menyebut, Deklarasi #2019GantiPresiden diprediksi akan dihadiri 2.000 masyarakat Banten, juga ditambah masyarakat luar Banten.

“Orang hadir itu betul atas dasar pertimbangan rasional kesadaran sendiri, tidak ada mobilisasi massa. Mungkin 2.500 masa yang akan hadir deklarasi. Sepertinya isu Banten ini isu nasional. Pasti yang luar Banten akan hadir. Informasi dari Sumatra, Lampung akan hadir juga,” jelas Syahrudin.(Rus)



Terpopuler