Connect with us

METROPOLITAN

Tanah Bengkok Desa Cibuah Dijual ke PT Indomarco tanpa Persetujuan Warga

Published

on

TANAH BENGKOK DESA CIBUAH DIJUAL TANPA PERSETUJUAN WARGA

Tanah bengkok Desa Cibuah. Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak dijual ke PT Indomarco tanpa persetujuan warga. FOTO Ilustrasi: Pengerukan tanah di Desa Padasuka, Kabupaten Lebak/Dok. Banten Hits)

Lebak – Penjualan tanah bengkok Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak ke PT Indomarco, disoal warga karena proses penjualan tidak melibatkan persetujuan warga.

Tanah bengkok berupa bukit itu kini tengah dikeruk untuk mengurug lokasi proyek pembuatan gudang ritel Indomaret se-Banten.

Salah seorang warga yang tak bersedia namanya disebutkan mengatakan, warga mengetahui tanah bengkok dijual setelah ada akktivitas pengerukan di lokasi. Warga tak pernah diajak bicara sebelumnya oleh perangkat desa.

“Kami tidak pernah diajak bicara oleh desa, bahkan uang hasil penjualan tanah desa sampai saat ini tidak jelas berapa besarannya dan dikemanakan,” kata warga Desa Cibuah kepada awak media, Senin, 6 Agustus 2018.

BACA :  Direktur RSUD Kota Tangerang Ungkap Detik-Detik Evakuasi 160 Pasien

Selain tak dilibatkan dalam proses jual beli, warga juga mengkhawatirkan aktivitas pengerukan di tanah bengkok tersebut. Pasalnya, kontur tanah bengkok berupa bukit sehingga aktivitas pengerukan mengancam keberadaan tower saluran listrik tegangan tinggi.

“Pengerukan tanah tebing tersebut terlalu dekat dengan tiang sutet, kami khawatir roboh dan menimpa rumah warga,” ujarnya.

Pejabat Desa Akui Langgar Prosedur

Sekretaris Desa Cibuah Riki membenarkan pihaknya telah menjual tanah desa ke pihak perusahaan yang akan berinvestasi di desanya. Dia juga mengakui proses jual beli tanah bengkok mengabaikan persetujuan warga yang merupakan prosedur utama penjualan aset desa.

Menurut Riki, tanah pada bukti di tanah bengkok diratakan untuk selanjutnya tanah tebing tersebut dijual kepada pihak perusahaan.

BACA :  Beraksi di Siang Bolong, Mobil Dokter di Jalan Labuan Pandeglang Dibobol Maling

“Kami mengakui bahwa awalnya kami tidak melakukan prosedur yang benar, untuk itu agar tidak terjadi gejolak desa akan melakukan rapat dengan warga,” terangnya.

Terkait pengerukan tanah yang mengancam tiang sutet, Riki mangaku dirinya tidak berwenang untuk menjelaskannya. Karena, kepala desa yang tahu persis bagaimana aktivitas pengerukan tanah milik desa tersebut.

“Uang hasil penjualan tanah desa masih utuh belum kami gunakan untuk apapun, silahkan tanya langsung kepada kepala desa terkait tiang sutet, karena saya tidak tahu aktivitas pengerukan tanah sudah mengancam tiang sutet,” ucapnya.

Sampai berita ini dipublish, Banten Hits masih mengupayakan konfirmasi dari PT Indomarco selaku pembeli tanah bengkok Desa Cibuah.(Rus)

BACA :  17 Warga Kota Tangerang yang Masuk Pemantauan Virus Corona Baru Pulang dari Pulang dari Korea Selatan, Taiwan dan China



Terpopuler