Connect with us

METROPOLITAN

SDN 2 Nembol Ambruk, Irna Kumpulkan Jajaran Cari Solusi

Published

on

bangunan kelas SDN Nembol II Ambruk

Dua ruang kelas SDN 2 Nembol sudah tiga bulan dibiarkan ambruk. Pemerintah Kabupaten Pandeglang tak bisa segera membangun karena tak ada anggaran.(Banten Hits/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Kabupaten Pandeglang memastikan SDN 2 Nembol yang sudah tiga bulan ambruk tidak bisa dibangun kembali pada 2018 ini. Pasalnya, dinas sudah tak memiliki anggaran.

Menurut Kepala Dindikbud Kabupaten Pandeglang Olis Sholihin, untuk membangun kembali gedung kelas yang ambruk, pihaknya baru akan menganggarkan pada 2019 nanti.

Bupati Pandeglang Irna Narulita terlihat bingung dengan kondisi siswa SDN 2 Nembol yang sudah berbulan-bulan menumpang belajar menggunakan ruang kelas di madrasah milik masyarakat setempat.

BACA :  Banten Rawan Bencana, Rano Pastikan Tim Penanggulangan Bencana Selalu Siaga

Meski pembangunan kelas baru tak mungkin dilakukan, Irna tetap akan mencarikan solusi yang terbaik supaya siswa SDN 2 Nembol bisa belajar dengan layak. Irna mengaku akan segera memanggil Dindikbud dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membahas solusi terkait bangunan tersebut.

“Saya harap nanti kami bisa bersinergi dengan BPBD dan Dindikbud untuk memfasilitasi untuk belajar,” kata perempuan cantik mantan anggota DPR RI itu, Rabu, 8 Agustus 2018.

Menurut Irna, pihaknya memang tidak bisa serta merta mengucurkan anggaran jika tidak melalui prosedur, apalagi jika kontruksi yang harus dibangunnya berat.

Irna akan terlebih dahulu mengkaji penggunaan dana tak terduga milik Pemkab Pandeglang. Bila memungkinkan, dirinya akan berupaya membenahi dua ruang tersebut secepatya.

BACA :  Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Pagedangan Tangerang

“Kalau harus segera dibangun, sangat tidak mungkin. Di perubahan kemungkinan bisa, akan tetapi kalau konstruksi yang harus dibangunnya berat, dibangunnya harus tahun 2019 nanti. Cuma kita akan mengkaji terlebih dahulu, memungkinkan tidak jika menggunakan dana tak terduga,” jelasnya.

Untuk sementara ini, Irna menyarankan aktivitas belajar mengajar tetap dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) di desa setempat agar aktivitas belajar tidak terganggu.

“Kalau masih representatif di MI, kami akan arahkan tetap di sana,” tandasnya.(Rus)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler