Connect with us

METROPOLITAN

Ini yang Harus Diperhatikan saat Membeli Hewan Kurban

Published

on

Hewan Kurban di Cilegon

Petugas memeriksa kondisi hewan kurban. Saat akan membeli hewan yang akan dikurbankan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. (Dok. Banten Hits)

Serang – Berkurban merupakan salah satu kewajiaban bagi umat muslim yang mampu. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat hendak membeli hewan yang akan dikurbankan pada hari raya Idul Adha.

Beberapa hal tersebut penting untuk diperhatikan agar masyarakat membeli hewan kurban yang memang benar-benar layak untuk dikurbankan, salah satunya kondisi hewan yang baik dan sehat.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M. Tauchid mengatakan, pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota melakukan pemeriksaan hewan kurban yang berada di lapak-lapak penjualan.

BACA :  Cegah Penularan HIV/AIDS, Pemkot Tangsel Screening Warga

“Kami berkewajiban membantu masyarakat agar bisa memilih hewan kurban yang baik dan layak dijadikan kurban, salah satunya dengan memeriksa kesehatan dan kesejahteraan hewan,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/8/2018).

Agus menjelaskan, beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat saat membeli hewan adalah kondisi hewan yang harus sehat berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, tidak cacat, cukup umur yakni untuk sapi/kerbau di atas 2 tahun dan kambing/domba berusia di atas 1 tahun.

“Cukupnya umur baik sapi/kerbau maupun kambing/domba ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap,” ujarnya.

Hewan yang akan dikorbankan haruslah berjenis kelamin jantan dengan buah zakar yang masih lengkap serta bentuk dan letaknya simetris.

“Sehat dengan ciri-ciri tidak kurus, lincah, nafsu makan baik, cermin hidung basah/lembab, lubang kumlah (mulut, mata, hidung, telinga dan anus) bersih dan selaput lendirnya berwarna merah muda,” ungkap Agus.

BACA :  Polisi Tangkap Rekan Bendot Pelaku Bobol Rumah di Panongan

Pemeriksaan ini juga dilakukan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih memahami cara memilih hewan kurban yang baik dan memenuhi persyaratan, serta pemotongan hewan kurban yang memenuhi kaidah kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet) dan kesejahteraan hewan (kesrawan)

Kemudian kata Agus, proses penyembelihannya pun harus mendapat perhatian apakah dilakukan dengan syariat Islam dan memenuhi kaidah kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteran hewan atau tidak.

“Ini sangat penting dan harus diketahui masyarakat,” ucapnya.

Agus membeberkan, cara menyembelih hewan kurban yang benar, yang pertama, hewan kurban dirobuhkan pada bagian sisi kiri dengan kepala menghadap ke arah kiblat, kedua membaca bismillah ketika akan menyembelih, ketiga mengharuskan hewan disembelih dengan memutuskan/meootong tiga saluran yaitu nafas (trakhea), saluran makanan (esofagus) dan pembuluh darah.

BACA :  Pembantai Satu Keluarga di Waringin Kurung Ditangkap, Sederet Misteri Ini Belum Terungkap

Keempat dilakukan penanganan setelah hewan kurban benar-benar mati sempurna dengan posisi digantung pada kaki belakangnya. Tujuannya agar pengeluaran darah berlangsung sempurna dan penanganan lebih mudah serta memperhatikan persyaratan teknis higienis dan sanitasi yang baik.

“Langkah terakhir adalah penanagan, penyimpanan dan pemasangan daging harus terpisah dari jeroan dan dikemas dengan menggunakan kemasan plastik khusus makanan (plastik bening),” tutupnya.(Nda)

Terpopuler