Connect with us

METROPOLITAN

Polisi Tetapkan Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur sebagai Tersangka

Published

on

Pemimpin Kerajan Ubur-ubur

Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur, Aisyah saat menyampaikan permohonan maaf dan bertaubat terkait ajaran sesat yang disebarkannya. (Foto: Banten Hits/Mahyadi)

Serang – Kepolisian Resort (Polres) Serang Kota menetapkan Aisyah pemimpin sekte sesat Kerajaan Ubur-ubur sebagai tersangka, Sabtu (19/8/2018).

“Saat ini yang bersangkutan sudah memberikan keterangan, sudah di BAP,” kata Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin, Kamis (23/8).

Aisyah dikenai Pasal 28 ayat (2) UU ITE, bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) terancam dipenjara selama enam tahun.

BACA JUGA: Baca Syahadat, Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur: Saya Kembali ke Jalan yang Benar

BACA :  Dugaan Sementara Tewasnya Pekerja di PT Asahimas Chemical karena Pelanggaran SOP

Penetapan tersangka Asiyah didasari dari video yang tersebar di media sosial yang diduga melanggar Pasal 29 ayat (2). Pasal 156a KUHP kata kapolres bisa ditetapkan jika Aisyah menyampaikan penodaan terhadap agam di muka umum dengan sengaja.

“Pasal 156 itu harus di sampaikan di ruang terbuka, sementara ini menerangkanya di ruang tertutup. Kalo gunakan 156 itu akan merujuk undang-undang lainya akan dilakukan peneguran terlebih dahulu sebanyak dua kali, dan kalau masih mengulangi akan ditetapkan sebagai penistaan agama,” paparnya.

“Tidak menutup kemungkinan kalau ada kajian baru dari jaksa ada pasal baru,” tambahnya.(Nda)



Terpopuler