Connect with us

METROPOLITAN

Satpol PP Kota Tangerang Bongkar Bangunan Liar Kampung Cacing

Published

on

Satpol PP Kota Tangerang Bongkar Bangunan Liar Kampung Cacing

Satpol PP Kota Tangerang membongkar bangunan liar semi permanen di Kampung Cacing, Karawaci, Kota Tangerang. Kampung Cacing berada persis di bantaran Sungai Ciasadane yang sedang dilakukan penuraban.(Banten Hits/ Maya Aulia Apriliani)

Tangerang – Satpol PP Kota Tangerang membongkar rumah dan bangunan di Kampung Cacing, Kelurahan Karawaci, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Kamis,  23 Agustus 2018. Pembongkaran dilakukan untuk membebaskan bantaran Sungai Cisadane dari bangunan liar semi permanen. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Mumung Murwana mengatakan, sebelum pembongkaran pihaknya telah melakukan penyuluhan kepada warga sekitar terkait rencana pemerintah menata kawasan itu.

“Sudah ada penyuluhan, dan di dalam penataan yang kita gelar pada hari ini kita menekankan kepada anggota agar senantiasa mengedepankan sisi humanis,” kata Mumung di sela-sela kegiatan penertiban. 

Menurut Mumung, penataan wilayah yang dilakukannya kali ini sengaja menurunkan personelnya lebih banyak, lantaran ia mengetahui kalau rumah panggung semi permanen tersebut dapat dipindahkan dengan beramai – ramai.

“Tentunya kita apreasiasi warga, aparatur kecamatan dan kelurahan yang sama sama berkomitmen dalam membangun dan menata Kota Tangerang agar dapat lebih layak untuk dihuni, dikunjungi dan layak untuk berinvestasi,” ujarnya. 

A. Gufron Falfeli, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat mengaku berterima kasih atas pengertian dan kesadaran warga yang terkena dampak penataan tersebut.

“Ada 150 anggota yang kita kerahkan, itu belum termasuk jajaran samping seperti TNI/POLRI ditambah lagi ada dinas terkait seperti DLHD, dinas PU,” ungkap Gufron di lokasi penertiban. 

Ia menilai, penataan yang kali ini dilakukannya sudah menjadi bagian dari bentuk pelayanan dari satuan polisi pamong praja dalam memberikan rasa aman dan nayman kepada masyarakat.

“Kan kurang bagus juga kalau tinggal di bantaran kali, selain resiko bencana banjir  juga tidak dapat dihindari warga jika tidak ditata,” tuturnya.

Ia menjelaskan, penataan yang dilakukannya tersebut telah menjadi atensi pemerintah Kota Tangerang agar  kampung tersebut dibenahi.

“Karena ini bantaran Cisadane akan diturap jadi ini sebelumnya sudah dari tahun 2015 sudah dicanangkan dan terakhir kemarin warga sudah membuat surat pernyataan,” tuturnya.

Untuk diketahui, jumlah Bangunan yang terkena dampak penataan tersebut sejumlah 70 bangunan yang meliputi 41 kepala keluarga dan 298 jiwa.(Rus)

BACA :  BBWS Ciliwung-Cisadane Bantah Lamban Tangani Pintu Air 10


Terpopuler