Connect with us

METROPOLITAN

Empat Terdakwa Korupsi Tunjangan Daerah Dindik Pandeglang Dituntut Berbeda

Published

on

Korupsi Tunjangan Daerah

Sidang kasus korupsi tunjangan daerah Dindik Pandeglang di Pengadilan Tipikor Serang. (Dok. Banten Hits)

Serang – Empat terdakwa kasus korupsi tunjangan daerah di Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pandeglang dituntut dengan hukuman dan denda berbeda pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Serang, Jumat (24/8/2018).

Keempat terdakwa itu yakni Kepala Dindik (2012-2013) Abdul Azis, Sekretaris Dindik (2012-2016) Nurhasan, Bendahara Pengeluaran Pembantu Dindik (2012-2013) Rika Yusilawati dan staf bendahara Ila Nuriawati.

Dibandingkan dengan tiga terdakwa lainnya, Ila yang hanya seorang pegawai honorer dituntut paling tinggi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ila dituntut 8 tahun dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan dan uang pengganti sebesar 3.726.789.750

BACA :  Catat! Kunjungi Korban Gempa di Pandeglang, Wapres Ma'ruf Amin Janji Begini ke Warga

BACA JUGA: Kuasa Hukum Ila Akan Bongkar Otak Korupsi Tunjangan Daerah Pandeglang

Sementara itu, jaksa menuntut Azis 6 tahun subsider kurungan 5 bulan dan denda Rp 100 juta subsider 5 bulan kurungan, dan uang pengganti Rp230.000.000. Tuntutan lebih rendah ketimbang Ila yakni Nurhasan yang dituntut 3 tahun 6 bulan, dan denda Rp100.000.000 serta uang pengganti Rp270.000.000. Sedangkan Rika dituntut 2 tahun dikurangi masa tahanan, dan denda Rp100.000.000.

Azis, Nurhasan dan Rika dituding dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam dakwaan subsider Pasal 3 dan Ila Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(Nda)

BACA :  Jembatan Rusak, Aktivitas Warga Dua Desa di Cimarga Lebak Terhambat



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler