Connect with us

METROPOLITAN

Cegah Penularan HIV/ Aids, Pemkab Tangerang Libatkan Tokoh Agama

Published

on

Cegah Penularan HIV: Aids, Pemkab Tangerang Libatkan Tokoh Agama

Workshop Pelibatan Tokoh Agama dalam Penanggulangan HIV/ Aids di Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bola Sundul, Gedung Usaha Daerah Pemkab Tangerang, Selasa, 28 Agustus 2018.

Tangerang – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Tangerang libatkan tokoh agama untuk mencegah penularan HIV/ Aids di Kabupaten Tangerang. Pelibatan tokoh agama dinilai efektif karena mereka menyentuh masyarakat kalangan bawah.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Tangerang Moh. Maesyal Rasyid saat menggelar Workshop Pelibatan Tokoh Agama dalam Penanggulangan HIV/ Aids di Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bola Sundul, Gedung Usaha Daerah Pemkab Tangerang, Selasa, 28 Agustus /2018.

Selain Maesyal Rasyid, kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris MUI Kabupaten Tangerang, KH Nuralam Jaelani dan para tokoh agama yang berasal dari seluruh wilayah di Kabupaten Tangerang.

“Upaya program penanggulangan ini tidak akan bisa efektif jika hanya dilakukan Komisi Penanggulangan Aids dan Pemda saja. Tapi juga dari MUI, para ustad, para guru ngaji,” ujar Maesyal. 

Ia mengatakan, bagaimanapun, adanya penyebaran HIV Aids merupakan sesuatu yang tidak baik bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Terlebih, orang yang terjangkit HIV Aids tidak dapat terlihat dengan kasat kata. 

“HIV Aids ini kan tidak ada yang bagus persoalannya, makanya kami mengajak semua pihak untuk bisa melaksanakan Sosialisasi terkait penyakit ini,” terangnya. 

Sekretaris MUI Kabupaten Tangerang, KH Nuralam Jaelani mengatakan, kasus HIV Aids bukan sekedar persoalan medis semata, tetapi juga menyangka faktor lainnya. 

“HIV Aids ini bukan persoalan medis semata, tapi juga mengenai moralitas, sosial, dan ekonomi. Pendekatan agama merupakan salah satu cara yang efektif untuk memberantas nya,” terangnya. 

Selain itu, para tokoh agama memiliki banyak massa yang dapat dijadikan agen penyebaran informasi dan sosialisasi yang dapat menyentuh hingga tingkat terendah di masyarakat.

“Para Tokoh Agama memiliki media yang efektif untuk mensosialisasikan, ada yang punya pondok pesantren, majelis taklim, media da’wah seperti khotbah jumat dan lainnya,” jelasnya. 

Ia pun mengaku siap jika harus dilibatkan dalam program-program KPA dalam memberantas penyakit HIV Aids yang ada di Kabupaten Tangerang. 

“Sebagai khadimul ummat dan mitra pemda tentu kami siap untuk sama-sama menanggulangi HIV Aids dan memang KPA selalu melibatkan ulama,” tandasnya.(Rus)

BACA :  Pemadaman Listrik, Pengusaha Warnet Merugi


Terpopuler