Connect with us

METROPOLITAN

PT Bluescope Steel Indonesia Didesak Cabut Kebijakan yang Mematikan Peluang Pengusaha Lokal

Published

on

Desak PT Bluescope Steel Indonesia Cabut Kebijakan

Komite Masyarakat Cilegon Bersatu (KMCB) mendesak PT Bluescope Steel Indonesia mencabut kebijakan yang dinilai mematikan peluang para pengusaha lokal. (Banten Hits/Iyus Lesmana)

Cilegon – PT Bluescope Steel Indonesia dituding telah mematikan pengusaha lokal dengan tidak memberikan lagi kuota pembelian produk baja non prime secara sepihak.

Perusahaan yang memproduksi baja untuk pasar domestik Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat ini dinilai mengeluarkan kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan pengusaha lokal di Kota Cilegon.

“Kami menuntut PT Bluescope Steel Indonesia tidak melakukan upaya-upaya provokasi dan perbuatan yang berpotensi membuat pengusaha lokal gulung tikar dengan cara mengadu domba sesama pengusaha lokal,” kata Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Cilegon Tatang Tarmizi, kepada awak media, Kamis (6/9/2018).

BACA :  Tawuran di Tangsel Pecah, Tangan Pemuda Dibacok Hingga Putus

LMP bersama sejumlah organisasi masyarakat dan kepemudaan yang tergabung dalam Komite Masyarakat Cilegon Bersatu (KMCB) mendesak perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Estate Cilegon (KIEC) tersebut mencabut kebijakan penerapan tata cara pembelian plete second grade, down grade, scap dan sejenisnya yang disebarkan melalui surat edaran.

“Yang menyatakan bahwa yang bisa melakukan pembelian plete second grade, down grade, scap adalah distributor yang selama ini melakukan pembelian produk plate prime,” jelasnya.

Perwakilan Garda Alkhairiyah, Ibrahim Aswadi menambahkan, tidak berkutiknya pengusaha lokal akibat kebijakan tersebut, PT Bluscope dituding memperbanyak pengusaha luar Cilegon membawa pembelian produk yang seharusnya bisa dikerjakan pengusaha lokal.

“Menolak dengan tegas adanya para pengusaha non lokal Cilegon yang melakukan upaya monopoli potensi bagan baku industri kecil yang dimanfaatkan oleh para pengusaha dan industri kecil di Cilegon,” katanya.

BACA :  NasDem Banten Jemput Formulir Pendaftaran JB

Jika tidak ada itikad baik untuk merubah regulasi, KMCB berencana menggelar aksi besar-besaran di KIEC untuk mengingatkan perusahaan tersebut agar berpihak pada rakyat Cilegon.

“Kenapa kami harus melakukan aksi? Bahwa memang tipikal PT Bluescope ini menarik. Sebagai perusahaan yang ada di Cilegon hampir dipastikan tidak ada sebuah itikad baik dalam konteks pemberdayaan pengusaha lokal di Cilegon,” tandasnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler