Connect with us

METROPOLITAN

Tiga Pemabuk Keroyok Seorang Pria di Cipondoh hingga Tewas

Published

on

Pengeroyokan di Cipondoh

Polisi tunjukkan barang bukti yang diamankan terkait pengeroyokan yang dilakukan tiga orang terhadap AA hingga tewas di sebuah warung di Poris Plawad Indah, Cipondoh. (Banten Hits/Hendra Wibisana)

Tangerang – Dua orang pria bernisial BT dan AH ditangkap Unit Reskrim Polsek Cipondoh setelah mengeroyok seorang pemuda AA (34) hingga tewas, di sebuah warung di Jalan H. Ridan, Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (15/9/2018).

Kapolsek Cipondoh Kompol Sutrisno mengatakan, pengeroyokan tersebut dipicu dari ucapan kasar AA kepada salah satu pelaku. Saat itu, baik pelaku maupun korban dalam kondisi mabuk.

“Korban juga sedang mabok, berkata kasar. Biasa memanggil pelaku dengan panggilan bos tapi waktu itu dipanggil nama,” ujar Sutrisno, Senin (17/9).

BACA :  Sakit, Ayah Wali Kota Cilegon Meninggal Dunia

Tak terima dengan ucapan AA, BT tersinggung dan langsung memukul kepada AA hingga tersungkur. Pelaku lainnya AH melempar piring ke arah wajah AA dan disusul dengan pukulan ke arah kepala.

“Kepala korban dipukul dua kali sampai tersungkur,” kata kapolsek.

Kemudian oleh pelaku lainnya LF kepala AA diinjak berulang-ulang hingga merintih kesakitan. Melihat penganiayaan tersebut, salah seorang bernama Aris datang dan melerai perkelahian tidak seimbang tersebut.

“Melihat korban tersungkur, pelaku kabur. Sementara saksi membawa korban ke Rumah Sakit EMC (Elang Medika Corpora) Tangerang,” tutur Sutrisno.

Namun, nyawa AA tak bisa tertolong. Akibat pukulan di bagian kepala belakang, AA mengalami pendarahan.

Polisi mengamankan barang bukti lima botol miras, kaos dan celana korban, dan pecahan piring yang dilempar pelaku ke wajah AA. Sementara, satu pelaku lagi LF masih buron.

BACA :  Fokus pada Empat Prioritas, Koalisi Masyarakat Sipil Banten Serahkan Hasil Kajian Rencana Pembangunan Daerah ke Bappeda

“Tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang kejahatan terhadap nyawa atau pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tegas Sutrisno.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler