Connect with us

Pemilu

Aliansi Mahasiswa Bela Ma’ruf Amin Salahkan Pendemo yang Menolak Kampus Jadi Tempat Kampanye

Published

on

Aliansi Mahasiswa Bela Ma'ruf Amin

Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bela Ma’ruf Amin (AMAN) saat melakukan aksi di Alun-alun Kota Serang, Jumat, 21 September 2018.(Banten Hits/ Mahyadi)

Serang – Mahasiswa Untirta Serang yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Gerakan Mahasiswa Katolik Indonesia (GMKI) menggelar aksi penolakan terhadap kedatangan Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam acara peringatan Tahun Baru Islam dan Dies Natalis ke-37 Unrtirta, di Kampus Untirta, Senin, 17 September 2018.

Mahasiswa pengunjuk rasa mengaku tidak mempersoalkan sosok KH Ma’ruf Amin, namun mereka mempersoalkan kapasitas sebagai calon wakil presiden. Di mana dalam acara tersebut sudah ada indikasi kampanye praktis di dalam masjid kampus.

BACA :  Bawaslu Kota Serang Libatkan 19 Organisasi Awasi Money Politics di Pemilu 2019

BACA JUGA: Tolak Kedatangan Ma’ruf Amin, Mahasiswa Untirta: Ada Indikasi Kampanye di Masjid Kampus

“UU No 8 tahun 2012 tadi sudah dijelaskan, (sosok) KH Ma’ruf Amin boleh (datang) tapi tidak dalam kampus karena kampus tempat labotarium pendidikan bersama,” ujar Martin, Korlap aksi mahasiswa kepada awak media, Senin, 17 September 2018.

Aksi yang dilakukan Martin dan kawan-kawannya ini banyak mengundang simpati, namun tak sedikit juga yang bersikap sebaliknya, salah satunya kelompok mahasiswa yang menamakan diri mereka Aliansi Mahasiswa Bela Ma’ruf Amin atau AMAN.

AMAN menggelar aksi simpatik di Alun-alun Kota Serang, Jumat, 21 September 2018. Mereka menyayangkan adanya aksi penolakan yang dilakukan rekan mereka sesama mahasiswa terhadap kedatangan Ma’ruf Amin di Untirta.

BACA :  Tabloid Pesantren Kita Disebar ke Pesantren, Bawaslu Pandeglang Belum Tahu

“Tujuan dari aksi ini, sebenarnya agar mengingatkan agar mahasiswa dapat menghargai kedatangan ulama. Kejadian aksi kemarin (menolak kedatangan Ma’ruf Amin) itu melukai perasaan mahasiswa yang cinta ulama. Apalagi yang datang adalah ulama yang merupakan asli dari Banten dan sangat berjasa,” tegas Arif, Koordinator AMAN.

Ia berharap, mahasiswa yang melakukan aksi kemarin agar dapat meminta maaf kepada Ma’ruf Amin secara terbuka.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler