Connect with us

METROPOLITAN

Revisi UU Lansia Mendesak, Ali Taher: Jika Tidak Diurus akan Jadi Beban Sosial

Published

on

Ali Taher Sosialisasi UU Lansia

Ali Taher menilai persoalan lansia harus diurus secara masif agar tidak menjadi beban sosial. Hal itu dikatakan Ali saat sosialisasi Rancangan Perubahan UU 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, di Tangerang. (Banten Hits/Maya Aulia)

Tangerang – Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher memandang, revisi Undang-undang Nomor 13 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia (Lansia) sangat mendesak.

BACA JUGA: BACA JUGA: Mayat Lansia Terbakar Gegerkan Warga Kampung Sentral

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, persoalan lansia yang jumlahnya hampir menyamai jumlah usia produktif di Indonesia harus diurus secara masif. Karena jika tidak, akan berdampak terhadap demografi.

“Ada persoalan sosial yang perlu kita bicarakan bersama-sama. Saat ini ada 26 juta lansia dari struktur demografi kita. Jika tidak kita urus secara masif akan jadi beban sosial,” kata Ali saat sosialisasi bersama Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, di Hotel Allium, Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (25/9/2018).

BACA :  Lockdown Mandiri Cegah Covid-19, Empat Warga Komplek Mutiara Garuda Malah Terancam Diseret ke Jeruji Besi

BACA JUGA: Menikmati Hari Tua, Hanya Ini Harapan Pasutri Lansia di Cibitung Pandeglang

Agar beban sosial tersebut tidak terjadi, maka ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Banten III ini, lansia harus benar dipayungi secara hukum konstitusional yang dapat menyejahterakan mereka.

“Maka kita mempercepat UU itu, kita berikan satu pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian agar hak-hak konstitusional itu dapat tercatat. Itu semua harus diberikan negara kepada lansia,” jelasnya.(Nda)



Terpopuler