Connect with us

METROPOLITAN

Gelar Nobar Film G30S/PKI, Forum Umat Islam Banten Sebut Ada Upaya Membalikkan Sejarah

Published

on

Nobar Film G30S/PKI di Kota Serang

Masyarakat dari berbagai elemen di antaranya santri dan pelajar nonton bareng film G30S/PKI yang digelar Forum Umat Islam (FUI) di Alun-alun Kota Serang. (Banten Hits)

Serang – Forum Umat Islam (FUI) Provinsi Banten menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI, di Alun-alun Kota Serang, Sabtu (29/9/2018) malam.

Ketua penyelanggara, Sudrajat Syahrudin menjelaskan, nobar film yang disutradarai Arifin C. Noer tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dan terus mengigatkan kepada masyarakat, khususnya generasi penerus tentang sejarah kelam yang pernah dialami bangsa Indonesia.

Pemutaran film yang diproduksi selama dua tahun dengan anggaran Rp800 juga kala itu merupakan inisiasi FUI meski pemerintah tidak memutar secara Nasional.

BACA :  Mudik Gratis PT Nusantara Infrastruktur

“Kalau pemerintah tidak melakukan itu, makanya kita lakukan pemutaran (film) nobar ini,” ujar Sudrajat.

Sudrajat memastikan, FUI tidak memiliki motif apapun selain hanya ingin terus mengingatkan generasi penerus tentang peristiwa yang sudah menjadi bagian sejarah bangsa.

Ia menilai, sampai saat ini masih ada upaya-upaya yang dilakukan untuk mencoba memutarbalikkan sejarah agar pemerintah Indonesia meminta maaf ke PKI.

“Melalui media, buku-buku, dan dari dari diskusi-diskusi terlihat upaya membalikkan sejarah yang seolah PKI menjadi korban. Ini pertanda bahwa masih ada paham komunis,” jelas Sudrajat.

Lebih lanjut Sudrajat menilai, berbicara komunis tentunya berbicara ideologi. Menurutnya, sangat tidak mungkin (PKI) berani menunjukkan diri secara nyata mengingat sudah dinyatakan sebagai partai terlarang.

BACA :  Jelang Puasa Miras Dimusnahkan?

Ia berharap, pada mata pelajaran sejarah di sekolah, pelajar juga kembali diingatkan tentang aksi PKI.

“Dari gerakannya kita taulah mereka paham komunis. Semoga pelajaran sejarah diperkuat di tinkgat sekolah dan pesantren, membahas soal ini, dan tidak menganggap bahwa kesanya isu ini basi tidak perlu dibahas di sekolah,” tegasnya,

Pada pemerintahan Orde Baru (Orban), film berdurasi hampir empat jam tersebut ditayangkan setiap tahun pada tanggal 30 September malam. Film ini juga menjadi tontonan wajib bagi para siswa sekolah di Indonesia.(Nda)



Terpopuler