Connect with us

Pemilu

Politisi PDIP Ananta Wahana Sebut Caleg yang Banyak Sebar APK Calon Koruptor

Published

on

Caleg PDIP Ananta Wahana

Politisi yang juga caleg PDIP Ananta Wahana.(Banten Hits/ Maya Aulia)

Tangerang – Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 1 Tahun 2013 tentang pengaturan alat peraga saat kampanye bagi caleg dan partai politik membatasi pemasangan baliho, flyer, leaflet, dan sejenisnya untuk berkampanye. Namun, masih banyak terlihat adanya calon legislatif yang memasang pamflet maupun baliho di berbagai sudut Kota Tangerang.

Anggota DPRD Banten Ananta Wahana mengimbau para caleg untuk tidak ‘mengotori’ jantung Kota Tangerang dengan spanduk-spanduknya.

“Para Caleg harus tahu kalau ada PKPU yang mengatur dan melarang menempelkan banyak-banyak alat peraga kampanye,” kata Ananta, Minggu, 30 September 2018.

Ananta menyebut, selain telah ada aturannya, peletakkan APK yang tidak pada tempatnya juga merusak keindahan Kota Tangerang. Padahal, pemerintah telah menata Kota Tangerang seindah mungkin.

BACA :  Tak Tergiur Kekuasaan, PKS Konsisten bersama Gerindra di Koalisi Prabowo-Sandi karena Alasan Ini

“Bagaimana dia mau menyampaikan aspirasi masyarakat jika dia sendiri mengotori, merusak Kotanya, bagaimana dia mau membangun negara jika kotanya saja dirusak,” ujarnya.

Ia bahkan mengatakan, para caleg yang banyak-banyak menyebarkan APK merupakan calon koruptor. Pasalnya, banyaknya APK tersebut menunjukkan keinginan dia yang menggebu untuk duduk di kursi wakil rakyat.

“Bagaimana bisa nasionalisme cinta tanah air jika Kotanya saja tidak dia jaga? Saya bisa bilang caleg yang banyak-banyak memasang APK itu calon koruptor, karena dia bangga merusak Kotanya, harus berobat,” terangnya.

Ananta yang juga caleg DPR RI itu mengaku telah mengimbau kepada para mitranya untuk tidak membuat banyak-banyak spanduk. Ia lebih memilih turun ke masyarakat dibanding memasang spanduk.

BACA :  Satu Keluarga Asal Jawa Tengah Nyoblos ke TPS¬†Kenakan Pakaian Adat Sulawesi Selatan

“Bayangkan jika satu caleg pasang 10 spanduk di tengah kota? Di sini ada 800 caleg, kan ada 8.000 spanduk yang ditempel, apa engga merusak namanya?” ungkapnya.

Ia pun meminta kepada Panwaslu Kota Tangerang, Satpol PP Kota Tangerang, dan pihak terkait untuk menertibkan dan mengingatkan jika ada caleg yang masih menaruh banyak-banyak spanduk terutama yang tidak pada tempatnya.

“Kita juga minta Satpol PP, Panwaslu, untuk ikut mengawasi dan menertibkan, kita juga lihat apakah ada kesadaran calegnya bongkar sendiri atau engga,” tandasnya. (Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler