Connect with us

METROPOLITAN

PDAM Tirta Benteng Akan Beli Alat Pendeteksi Kebocoran Pipa

Published

on

PDAM Tirta Benteng Perbaiki Kebocoran Pipa

PDAM Tirta Benteng akan membeli alat pendeteksi kebocoran pipa. Alat yang akan dibeli disebut memiliki tingkat akurasi tinggi dalam menemukan titik kebocoran. (Banten Hits/Maya Aulia)

Tangerang – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng Kota Tangerang berencana membeli alat pendeteksi kebocoran pipa yang tertanam di dalam tanah (water leak detector).

Rencana tersebut setelah terjadinya kebocoran pipa di Jalan Halim Perdana Kusumah, Kebon Besar, Kecamatan Batuceper, beberapa waktu yang lalu.

BACA JUGA: Perbaikan Pipa PDAM Tirta Benteng di Jalan Halim Perdana Kusuma Belum Bisa Dilakukan

Manager Humas PDAM Tirta Benteng, Ichsan Sodikin mengatakan, pembelian alat tersebut dikarenakan banyak pengerhaan pipa JDU (Jaringan Distribusi Utama) yang ditanam di kedalaman sembilan meter.

BACA :  Polda Siapkan 600 Personel untuk Polres Tangsel

Sementara, alat pendeteksi yang dimiliki PDAM melalui PT Moya tak mampu mendeteksi pipa yang tertanam lebih dari tiga meter.

“Alat yang ada tidak mampu, sehingga perlu ada pengadaan agar kasus kebocoran dapat segera ditangani,” terang Ichsan, Selasa (2/10/2018).

Pembelian alat tersebut kata Ichsan dilakukan pada tahun 2019. Namun, ia belum tau berapa biaya yang dibutuhkan untuk membeli alat tersebut.

“Yang jelas harganya mahal, apalagi jika menggunakan bantuan satelit untuk pengecekannya. Sekarang yang baru menggunakan satelit baru diadopsi oleh Australia,” jelasnya.

BACA JUGA: Kebocoran Pipa PDAM TKR di Jalan Imam Bonjol dan Jurumudi

Khusus pengadaan, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan perbandingan harga terhadap alat yang akan dibeli. Tujuannya, agar mendapat barang yang berkualitas dengan harga murah, dan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh PDAM.

BACA :  Aksi Unjuk Rasa di UMT Berlanjut, Mahasiswa Tolak Komersialisasi Pendidikan

“Cukup satu alat dapat mendeteksi seluruhnya. Alat ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi, yaitu mencapai 90 persen menemukan titik kebocoran,” ucapnya.

Untuk diketahui, masalah kebocoran pipa PDAM Tirta Benteng didominasi oleh masalah tonase kendaraan, sehingga berdampak kepada kesimbangan tanah.(Nda)



Terpopuler