Connect with us

METROPOLITAN

Ruangan Anggota Komisi III DPR Ditembus Peluru, Polisi: Dari Senjata Anggota Perbakin Tangsel

Published

on

RUANG ANGGOTA KOMISI II DPR RI DITEMBAK

Kaca ruangan Anggota Komisi III DPR RI dari F-Gerindra Wenny Worouw tertembus peluru, Senin, 15 Oktober 2018. (FOTO: Capture Youtube/ Courtesy TVOne)

Jakarta – Ruangan dua anggota Komisi III DPR RI di lantai 13 dan 16 Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, yakni ruangan Wenny Warouw dari Fraksi Gerindra dan Bambang Hari Purnama dari Fraksi Golkar ditembus peluru, Senin siang, 15 Oktober 2018 sekitar pukul 14.35 WIB.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, saat kejadian Wenny mengaku tengah menerima dua orang tamu, yaitu seorang pendeta bernama Hesky Roring dan anggota polisi AKBP Ronal Rumondor.

“Kemudian kami bertiga baru ngobrol 2-3 menit kaca meledak lihat ada pecahan, kemudian dia lihat ada bocor di plafonnya, kemudian saya disuruh tiarap. Itu singkatnya,” kata Wenny ditemui di lokasi.

BACA :  Puluhan Mobil Angkutan Umum Jalani Uji KIR di Lebak

Wenny menduga arah tembakan itu berasal dari Gedung Kompas yang berada di sekitar Stasiun Palmerah. Peluru tersebut, kata Wenny, hampir mengenai kepala tamunya dengan jarak sekitar 10 sentimeter.

Menurutnya, hanya terdengar sekali suara letusan yang membuat kaca berhamburan di ruangannya.

“Begitu lihat Kaca berhamburan di meja saya, tamu saya berteriak tiarap pak, penembakan, saya tiarap,” kata dia.

Polisi Pastikan Peluru dari Senjata Anggota Perbakin Tangsel

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu dan Dirkrimum Polda Metro Jaya Nico Afinta, langsung mendangi lokasi dan memeriksa tempat kejadian perkara.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto juga turut menyambangi ruang kerja milik anggota Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama di Lantai 13, Gedung Nusantara 1.

BACA :  Inspektorat Kota Tangerang Investigasi Lurah Minta THR ke Pengusaha

Tak butuh waktu lama, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, polisi memastikan peluru yang menerpa dua ruangan anggota Komisi III DPR RI berasal dari senjata anggota Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Tangsel berinisial I.

Setyo yang juga menjabat Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin DKI Jakarta Setyo Wasisto mengatakan peluru nyasar yang bersarang di ruangan anggota DPR fraksi Gerindra Wenny Warouw dan anggota fraksi Golkar Bambang Hari Purnama berasal dari senjata milik anggota Perbakin asal Tangerang Selatan yang sedang berlatih di sekitar kawasan DPR.

Setyo menjelaskan anggota Perbakin berinisial I itu kini telah diamankan polisi untuk dimintai keterangan.

“Inisial I anggota Perbakin Tangsel, mengenai sudah lama atau enggak nanti didalami. Jenis senjata kaliber 9 mm. Kalau jarak jangkau sempurna masih bisa,” kata Setyo kepada wartawan di gedung DPR, Senin, 15 Oktober 2018.

BACA :  Kematian Covid-19 Pertama di Kabupaten Tangerang Pensiunan Pegawai BUMN asal Bencongan, Istri dan Dua Anaknya Masih Dirawat

Setyo memastikan peluru tersebut merupakan peluru nyasar.

“Dekat gedung gedung ini ada lapangan tembak sasaran dan reaksi,” ungkapnya.

“Untuk urusan hukum kami serahkan ke Polda Metro. Kalau organisasi kami serahkan ke yang Pemprov Banten,” sambungnya.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum Polda Metro Jaya) Kombes Nico afinta menjelaskan polisi telah mendalami keterangan pria berinisial I itu. Selain itu, proyektil peluru juga telah dibawa polisi.

Menurut Nico peristiwa peluru nyasat ini bukanlah yang pertama kali terjadi.

“Ini bukan peristiwa sekali tapi sudah tiga kali,” katanya.

Nico pun mengimbau agar Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR mengantisipasi peristiwa tersebut berulang

“Kami juga minta kajian kaca film antipeluru yang mengarah ke lapangan tembak. Kami juga minta ke Perbakin untuk melakukan langkah, misal menambah penghalang agar tidak ada lagi peluru nyasar,” ujar Nico.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler